2/3/17

Orang yang Mengaku Telah Melakukan Pembunuhan, Kemudian Menyerahkan Diri Kepada Walinya, Lalu Wali Tersebut Memaafkannya

عن عَلْقَمَةَ بْنِ وَائِلٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ قَالَ إِنِّي لَقَاعِدٌ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ يَقُودُ آخَرَ بِنِسْعَةٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا قَتَلَ أَخِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقَتَلْتَهُ فَقَالَ إِنَّهُ لَوْ لَمْ يَعْتَرِفْ أَقَمْتُ عَلَيْهِ الْبَيِّنَةَ قَالَ نَعَمْ قَتَلْتَهُ قَالَ كَيْفَ قَتَلْتَهُ قَالَ كُنْتُ أَنَا وَهُوَ نَخْتَبِطُ مِنْ شَجَرَةٍ فَسَبَّنِي فَأَغْضَبَنِي فَضَرَبْتُهُ بِالْفَأْسِ عَلَى قَرْنِهِ فَقَتَلْتُهُ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ لَكَ مِنْ شَيْءٍ تُؤَدِّيهِ عَنْ نَفْسِكَ قَالَ مَا لِي مَالٌ إِلَّا كِسَائِي وَفَأْسِي قَالَ فَتَرَى قَوْمَكَ يَشْتَرُونَكَ قَالَ أَنَا أَهْوَنُ عَلَى قَوْمِي مِنْ ذَاكَ فَرَمَى إِلَيْهِ بِنِسْعَتِهِ وَقَالَ دُونَكَ صَاحِبَكَ فَانْطَلَقَ بِهِ الرَّجُلُ فَلَمَّا وَلَّى قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ قَتَلَهُ فَهُوَ مِثْلُهُ فَرَجَعَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ بَلَغَنِي أَنَّكَ قُلْتَ إِنْ قَتَلَهُ فَهُوَ مِثْلُهُ وَأَخَذْتُهُ بِأَمْرِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا تُرِيدُ أَنْ يَبُوءَ بِإِثْمِكَ وَإِثْمِ صَاحِبِكَ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ لَعَلَّهُ قَالَ بَلَى قَالَ فَإِنَّ ذَاكَ كَذَاكَ قَالَ فَرَمَى بِنِسْعَتِهِ وَخَلَّى سَبِيلَهُ
Dari Alqamah bin Wa'il, bahwa ayahnya RA telah menceritakan kepadanya, dia berkata, "Pada suatu
hari saya sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW. Tiba-tiba ada seorang lelaki yang menggiring seseorang dengan tali tambang kulit seraya berkata, 'Ya Rasulullah, orang ini telah membunuh saudara saya.' Lalu Rasulullah SAW bertanya kepadanya, 'Apakah benar kamu telah membunuh saudaranya?' Lelaki yang menggiringnya itu berkata, 'Kalau ia tidak mau mengaku, maka akan saya ajukan barang buktinya.' Dia menjawab, 'Ya, saya telah membunuhnya.' Kemudian Rasulullah bertanya, 'Bagaimana ceritanya hingga kamu tega membunuhnya?' Orang tersebut bercerita, 'Suatu ketika kami, saya, dan saudara lelaki ini memetik daun-daunan dari sebuah pohon. Tetapi sekonyong-konyong ia mengejek dan mencaci maki saya serta membuat saya marah. Oleh sebab itu saya pukul samping kepalanya dengan kapak saya dan saya membunuhnya.' Rasulullah SAW bertanya kepadanya, 'Apakah kamu mempunyai suatu benda berharga untuk dapat menebus dirimu?" Lelaki yang membunuh itu menjawab, 'Sungguh saya tidak mempunyai harta benda, kecuali kapak dan baju ini.' Rasulullah berkata kepadanya, 'Kalau begitu sekarang kamu temui kaummu, mungkin mereka mau menebusmu." Dia berkata, 'Saya merasa malu terhadap kaum saya tentang hal tersebut?' Kemudian Rasulullah SAW menyerahkannya kepada orang yang menuntutnya dan berkata, 'Laksanakan dan perhatikanlah urusan saudaramu ini' Akhirnya lelaki itu membawa pergi orang yang telah membunuh saudaranya itu. Setelah beranjak dari tempat tersebut Rasulullah SAW berkata, 'Jika dia membunuhnya, maka dia sama dengannya (pembunuh).' Setelah itu orang tersebut kembali kepada Nabi SAW sambil bertanya, 'Ya Rasulullah, saya telah mendengar bahwa engkau berkata, "Jika seseorang membunuh orang yang telah membunuh, maka dia sama dengannya (pembunuh)." Betulkah ucapan engkau itu? Kalau begitu, saya akan mengikuti kata-kata engkau ya Rasulullah." Lalu Rasulullah bersabda, "Apakah kamu ingin dosamu dan dosa saudaramu yang terbunuh itu ada yang menanggungnya?' Lelaki yang kehilangan saudaranya itu menjawab, 'Tentu ya Rasulullah.' Lalu Rasulullah berkata kepadanya, Kalau begitu lepaskanlah orang itu' Tanpa berpikir panjang, dilepasnya tali pengikat yang melilit tubuh pembunuh saudaranya, dan bebaslah ia.'" {Muslim: 5/ 109}