2/6/17

Memberikan Semua Harta Rampasan Perang Kepada Orang yang Berhasil Membunuh Musuh

ن سَلَمَة بْن الْأَكْوَعِ قَالَ غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَوَازِنَ فَبَيْنَا نَحْنُ نَتَضَحَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَ رَجُلٌ عَلَى جَمَلٍ أَحْمَرَ فَأَنَاخَهُ ثُمَّ انْتَزَعَ طَلَقًا مِنْ حَقَبِهِ فَقَيَّدَ بِهِ الْجَمَلَ ثُمَّ تَقَدَّمَ يَتَغَدَّى مَعَ الْقَوْمِ وَجَعَلَ يَنْظُرُ وَفِينَا ضَعْفَةٌ وَرِقَّةٌ فِي الظَّهْرِ وَبَعْضُنَا مُشَاةٌ إِذْ خَرَجَ يَشْتَدُّ فَأَتَى جَمَلَهُ فَأَطْلَقَ قَيْدَهُ ثُمَّ أَنَاخَهُ وَقَعَدَ عَلَيْهِ فَأَثَارَهُ فَاشْتَدَّ بِهِ الْجَمَلُ فَاتَّبَعَهُ رَجُلٌ عَلَى نَاقَةٍ وَرْقَاءَ قَالَ سَلَمَةُ وَخَرَجْتُ أَشْتَدُّ فَكُنْتُ عِنْدَ وَرِكِ النَّاقَةِ ثُمَّ تَقَدَّمْتُ حَتَّى كُنْتُ عِنْدَ وَرِكِ الْجَمَلِ ثُمَّ تَقَدَّمْتُ حَتَّى أَخَذْتُ بِخِطَامِ الْجَمَلِ فَأَنَخْتُهُ فَلَمَّا وَضَعَ رُكْبَتَهُ فِي الْأَرْضِ اخْتَرَطْتُ سَيْفِي فَضَرَبْتُ رَأْسَ الرَّجُلِ فَنَدَرَ ثُمَّ جِئْتُ بِالْجَمَلِ أَقُودُهُ عَلَيْهِ رَحْلُهُ وَسِلَاحُهُ فَاسْتَقْبَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ مَعَهُ فَقَالَ مَنْ قَتَلَ الرَّجُلَ قَالُوا ابْنُ الْأَكْوَعِ قَالَ لَهُ سَلَبُهُ أَجْمَعُ
Dari Salamah bin Akwa' RA, dia berkata, "Saya pernah ikut perang bersama Rasulullah SAW ke
wilayah Hawazin. Ketika kami sedang makan siang bersama Rasulullah, tiba-tiba datang seorang lelaki yang mengendarai seekor unta berwarna merah. Setelah menderumkan unta dan melepaskan tali sabuk pengikatnya, lalu lelaki itu ikut makan bersama-sama dengan kami (matanya menoleh ke sana kemari). Selesai makan siang, sebagian di antara kami ada yang beristirahat karena merasa lelah setelah beberapa hari berada di atas kendaraannya. Terlebih lagi bagi sebagian kami yang berjalan kaki, tentunya lebih merasa lelah sekali. Tak lama kemudian lelaki itu berjalan keluar menuju kendaraan untanya dengan tergesa-gesa. Setelah melepaskan tali ikatannya, ia lalu naik ke atas punggung untanya seraya menariknya agar segera berlari dengan cepat. Sementara itu, tanpa kami sadari, ada seorang lelaki lain yang mengendarai seekor unta berwarna kelabu tengah menguntitnya dari belakang. Terdorong oleh rasa penasaran, saya bergegas keluar untuk menyusulnya dari belakang dengan mengendarai seekor unta. Saya kejar lelaki asing itu hingga saya berhasil mengejarnya. Setelah jarak antara saya dengan lelaki tersebut cukup dekat, maka perlahan-lahan saya hunus pedang saya. Dengan sekali tebas saja, lelaki itu jatuh terkapar dan akhirnya meninggal dunia. Kemudian saya kembali mengendarai unta sambil menuntun unta dan harta benda milik lelaki yang terbunuh itu. Akhirnya Rasulullah SAW bersama para sahabat yang menyertainya menyambut kedatangan saya dengan gembira. 'Siapakah yang membunuh lelaki itu?' tanya Rasulullah. Para sahabat menjawab, 'Ibnu Akwa' yang telah membunuhnya.' Kemudian beliau bersabda, 'Dengan demikian maka Ibnu Akwa' berhak atas seluruh harta orang yang dibunuhnya itu"' {Muslim 5/150}