2/6/17

Penebusan (Tawanan) Muslimin dengan Tawanan Lain

عن إِيَاس بْن سَلَمَةَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ غَزَوْنَا فَزَارَةَ وَعَلَيْنَا أَبُو بَكْرٍ أَمَّرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا فَلَمَّا كَانَ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمَاءِ سَاعَةٌ أَمَرَنَا أَبُو بَكْرٍ فَعَرَّسْنَا ثُمَّ شَنَّ الْغَارَةَ فَوَرَدَ الْمَاءَ فَقَتَلَ مَنْ قَتَلَ عَلَيْهِ وَسَبَى وَأَنْظُرُ إِلَى عُنُقٍ مِنْ النَّاسِ فِيهِمْ الذَّرَارِيُّ فَخَشِيتُ أَنْ يَسْبِقُونِي إِلَى الْجَبَلِ فَرَمَيْتُ بِسَهْمٍ بَيْنهُمْ وَبَيْنَ الْجَبَلِ فَلَمَّا رَأَوْا السَّهْمَ وَقَفُوا فَجِئْتُ بِهِمْ أَسُوقُهُمْ وَفِيهِمْ امْرَأَةٌ مِنْ بَنِي فَزَارَةَ عَلَيْهَا قَشْعٌ مِنْ أَدَمٍ قَالَ الْقَشْعُ النِّطَعُ مَعَهَا ابْنَةٌ لَهَا مِنْ أَحْسَنِ الْعَرَبِ فَسُقْتُهُمْ حَتَّى أَتَيْتُ بِهِمْ أَبَا بَكْرٍ فَنَفَّلَنِي أَبُو بَكْرٍ ابْنَتَهَا فَقَدِمْنَا الْمَدِينَةَ وَمَا كَشَفْتُ لَهَا ثَوْبًا فَلَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السُّوقِ فَقَالَ يَا سَلَمَةُ هَبْ لِي الْمَرْأَةَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ لَقَدْ أَعْجَبَتْنِي وَمَا كَشَفْتُ لَهَا ثَوْبًا ثُمَّ لَقِيَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْغَدِ فِي السُّوقِ فَقَالَ لِي يَا سَلَمَةُ هَبْ لِي الْمَرْأَةَ لِلَّهِ أَبُوكَ فَقُلْتُ هِيَ لَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَوَاللَّهِ مَا كَشَفْتُ لَهَا ثَوْبًا فَبَعَثَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى أَهْلِ مَكَّةَ فَفَدَى بِهَا نَاسًا مِنْ الْمُسْلِمِينَ كَانُوا أُسِرُوا بِمَكَّةَ
Dari Iyas bin Salamah, dari ayahnya RA, dia berkata, "Saya pernah ikut berperang di wilayah
Fazarah di bawah komando Abu Bakar yang telah diangkat Rasulullah SAW untuk memimpin pasukan kaum muslimin. Ketika jarak ke mata air hanya membutuhkan waktu beberapa saat saja, maka Abu Bakar memerintahkan kami agar beristirahat sejenak. Setelah itu ia memberikan penjelasan kepada kami tentang strategi penyerangan terhadap musuh. Ketika kami sampai di dekat sebuah mata air, tiba-tiba saya melihat beberapa orang musuh yang mana di antara mereka terdapat kaum wanita dan anak-anak. Karena khawatir mereka akan mendaki gunung terlebih dahulu, maka saya segera melepas anak panah ke arah rombongan musuh yang sedang mendaki gunung tersebut. Begitu melihat anak panah melesat ke arah mereka, mereka pun berhenti. Setelah berhasil meringkus rombongan musuh tersebut, saya menggiringnya menuju markas kaum muslimin. Di antara rombongan tersebut ada seorang wanita dari Bani Fazarah yang mengenakan tutup kepala dari bahan kulit yang sudah disamak, ditemani anak gadisnya yang cantik. Lalu saya menyerahkan rombongan musuh itu kepada Abu Bakar selaku komandan dan pemimpin pasukan kaum muslimin pada saat itu. Abu Bakar RA pun memberikan gadis yang cantik itu kepada saya sebagai hadiahnya. Akhirnya kami bersama-sama pulang ke Madinah, sementara saya belum sempat menggauli gadis yang cantik itu. Ketika saya bertemu dengan Rasulullah SAW di pasar, beliau berkata kepada saya, 'Hai Salamah, berikanlah gadis itu kepadaku.' Lalu saya menjawabnya, 'Ya Rasulullah, demi Tuhan sungguh saya sangat menyukai gadis itu. Selain itu, saya juga belum sempat menggaulinya.' Keesokan harinya saya bertemu dengan Rasulullah di pasar dan beliau langsung berkata kepada saya, 'Hai Salamah, berikanlah gadis yang kemarin itu kepadaku'. Akhirnya saya katakan kepada beliau, 'Ya Rasulullah, ambillah ia untuk Engkau! Demi Allah, sungguh saya belum sempat menggaulinya.' Kemudian Rasulullah SAW mengirimkan gadis tersebut ke Makkah sebagai tebusan pasukan kaum muslim yang tengah ditawan di sana." {Muslim 5/150}