2/6/17

Harta Rampasan Perang Tidak Diberikan Kepada Orang yang Membunuhnya dengan Cara Ijtihad

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَتَلَ رَجُلٌ مِنْ حِمْيَرَ رَجُلًا مِنْ الْعَدُوِّ فَأَرَادَ سَلَبَهُ فَمَنَعَهُ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ وَكَانَ وَالِيًا عَلَيْهِمْ فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَوْفُ بْنُ مَالِكٍ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ لِخَالِدٍ مَا مَنَعَكَ أَنْ تُعْطِيَهُ سَلَبَهُ قَالَ اسْتَكْثَرْتُهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ادْفَعْهُ إِلَيْهِ فَمَرَّ خَالِدٌ بِعَوْفٍ فَجَرَّ بِرِدَائِهِ ثُمَّ قَالَ هَلْ أَنْجَزْتُ لَكَ مَا ذَكَرْتُ لَكَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتُغْضِبَ فَقَالَ لَا تُعْطِهِ يَا خَالِدُ لَا تُعْطِهِ يَا خَالِدُ هَلْ أَنْتُمْ تَارِكُونَ لِي أُمَرَائِي إِنَّمَا مَثَلُكُمْ وَمَثَلُهُمْ كَمَثَلِ رَجُلٍ اسْتُرْعِيَ إِبِلًا أَوْ غَنَمًا فَرَعَاهَا ثُمَّ تَحَيَّنَ سَقْيَهَا فَأَوْرَدَهَا حَوْضًا فَشَرَعَتْ فِيهِ فَشَرِبَتْ صَفْوَهُ وَتَرَكَتْ كَدْرَهُ فَصَفْوُهُ لَكُمْ وَكَدْرُهُ عَلَيْهِمْ
Dari Auf bin Malik RA, dia berkata, "Pada suatu ketika ada seorang lelaki dari suku Himyar berhasil
membunuh seorang musuh. Ketika lelaki tersebut hendak mengambil harta musuh yang dibunuhnya itu, maka Khalid bin Walid (yang kala itu menjabat sebagai komandan pasukan perang) melarangnya. Lalu Auf bin Malik melaporkan hal itu kepada Rasulullah SAW, maka Rasulullah pun memanggil Khalid bin Walid dan bertanya kepadanya, 'Hai Khalid, mengapa kamu tidak memberikan harta musuh yang terbunuh itu kepada Auf bin Malik, orang yang membunuhnya?' Khalid bin Walid menjawab, 'Sebenarnya saya mempunyai suatu rencana agar harta tersebut menjadi banyak, ya Rasulullah.' Rasulullah berkata lagi kepadanya, 'Sebaiknya, berikanlah harta itu kepada orang yang berhak menerimanya, yaitu sahabat Auf bin Malik'. Ketika Panglima Khalid bin Walid sedang berjalan, tiba-tiba Auf bin Malik menarik serbannya seraya berkata, 'Sebenarnya saya memang sengaja melaporkan hal ini kepada Rasulullah, hai Khalid.' Rupanya ucapan sahabat Auf bin Malik ini didengar langsung oleh Rasulullah, hingga beliau marah dan berkata kepada Panglima Khalid bin Malik, 'Ya Khalid, kamu jangan berikan harta itu kepadanya! Sekali lagi, jangan kamu berikan harta itu kepadanya.' Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda, 'Apakah kalian sudah tidak menghormati lagi para pemimpin pasukan dan panglima perang yang aku angkat? Sesungguhnya perumpamaan kalian dengan para panglima perang tersebut adalah seperti perumpamaan seseorang yang diserahi tugas untuk menggembala sekelompok unta dan kambing. Kemudian orang tersebut memelihara, mencarikan air, dan menggiring kawanan ternak itu ke sebuah telaga. Akhirnya kawanan ternak yang digembalakannya itu dapat meminum air telaga yang masih jernih dan menyisakan air yang sudah keruh untuk penggembalanya. Jadi air yang jernih itu untuk kalian (rakyat), sedangkan air yang keruh itu untuk mereka (para pemimpin pasukan dan panglima perang) {Muslim 5/149}