2/3/17

Hukumnya Orang yang Tidak Menjamu Tamu

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَبْعَثُنَا فَنَنْزِلُ بِقَوْمٍ فَلَا يَقْرُونَنَا فَمَا تَرَى فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ نَزَلْتُمْ بِقَوْمٍ فَأَمَرُوا لَكُمْ بِمَا يَنْبَغِي لِلضَّيْفِ فَاقْبَلُوا فَإِنْ لَمْ يَفْعَلُوا فَخُذُوا مِنْهُمْ حَقَّ الضَّيْفِ الَّذِي يَنْبَغِي لَهُمْ
Dari Uqbah bin Amir RA, dia berkata, "Kami pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Ya
Rasulullah, sesungguhnya engkau telah mengutus kami ke suatu wilayah. Lalu kami singgah di suatu tempat milik suatu kaum, tetapi mereka tidak menjamu ataupun menyuguhkan apapun kepada kami. Bagaimana menurut engkau mengenai hal itu?' Rasulullah SAW menjawab pertanyaan kami, 'Apabila kalian berkunjung ke suatu kaum, kemudian mereka menjamu dan menyuguhkan kalian kepada sesuatu yang pantas untuk disuguhkan kepada tamu, maka terimalah. Sebaliknya, apabila mereka tidak menyuguhkan apapun kepada kalian, maka kalian boleh memperoleh hak tamu yang layak menurut mereka."' {Muslim 5/138}