2/3/17

Hukuman bagi Orang yang Mengaku Berbuat Zina

عن جَابِر بْن سَمُرَةَ يَقُولُ أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرَجُلٍ قَصِيرٍ أَشْعَثَ ذِي عَضَلَاتٍ عَلَيْهِ إِزَارٌ وَقَدْ زَنَى فَرَدَّهُ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ أَمَرَ بِهِ فَرُجِمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّمَا نَفَرْنَا غَازِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَخَلَّفَ أَحَدُكُمْ يَنِبُّ نَبِيبَ التَّيْسِ يَمْنَحُ إِحْدَاهُنَّ الْكُثْبَةَ إِنَّ اللَّهَ لَا يُمْكِنِّي مِنْ أَحَدٍ مِنْهُمْ إِلَّا جَعَلْتُهُ نَكَالًا أَوْ نَكَّلْتُهُ قَالَ فَحَدَّثْتُهُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ فَقَالَ إِنَّهُ رَدَّهُ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا شَبَابَةُ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ كِلَاهُمَا عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيثِ ابْنِ جَعْفَرٍ وَوَافَقَهُ شَبَابَةُ عَلَى قَوْلِهِ فَرَدَّهُ مَرَّتَيْنِ وَفِي حَدِيثِ أَبِي عَامِرٍ فَرَدَّهُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا
Dari Jabir bin Samurah RA, dia berkata, "Pada suatu hari seorang lelaki bertubuh pendek
dihadapkan kepada Rasulullah SAW yang kelihatan kusut, dekil, dan hanya mengenakan kain sarung saja. Ia mengaku bahwa ia telah berbuat zina. Pada awalnya beliau menolak pengakuannya itu sampai dua kali. Setelah itu barulah beliau memerintahkan para sahabat untuk merajamnya. Rasulullah SAW bersabda, 'Ketika kami akan berangkat perang untuk berjihad di jalan Allah, ternyata ada salah seorang di antara kalian yang tidak ikut berangkat bersama kami. Suaranya seperti suara seekor kambing jantan yang sedang terbakar nafsu birahi. Dia memberikan sesuatu kepada salah seorang dari istri-istri mereka. Jika seandainya saja Allah memberikan kemungkinan kepadaku untuk berbuat sesuatu kepadanya, niscaya aku akan memberikan hukuman kepadanya sebagai suatu pelajaran.'" Syu'bah berkata, "Saya menceritakan hadits ini kepada Said bin Jubair ia berkata, 'Sebenarnya ia menolak pengakuan itu sebanyak empat kali'." Dalam suatu riwayat ia menolak pengakuan itu sebanyak dua atau tiga kali. {Muslim: 5/117}