2/6/17

Memberikan Harta Rampasan Perang Kepada Sebagian Pejuang dengan Cara Berijtihad

نْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهُ قَالَ بَيْنَا أَنَا وَاقِفٌ فِي الصَّفِّ يَوْمَ بَدْرٍ نَظَرْتُ عَنْ يَمِينِي وَشِمَالِي فَإِذَا أَنَا بَيْنَ غُلَامَيْنِ مِنْ الْأَنْصَارِ حَدِيثَةٍ أَسْنَانُهُمَا تَمَنَّيْتُ لَوْ كُنْتُ بَيْنَ أَضْلَعَ مِنْهُمَا فَغَمَزَنِي أَحَدُهُمَا فَقَالَ يَا عَمِّ هَلْ تَعْرِفُ أَبَا جَهْلٍ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ وَمَا حَاجَتُكَ إِلَيْهِ يَا ابْنَ أَخِي قَالَ أُخْبِرْتُ أَنَّهُ يَسُبُّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَئِنْ رَأَيْتُهُ لَا يُفَارِقُ سَوَادِي سَوَادَهُ حَتَّى يَمُوتَ الْأَعْجَلُ مِنَّا قَالَ فَتَعَجَّبْتُ لِذَلِكَ فَغَمَزَنِي الْآخَرُ فَقَالَ مِثْلَهَا قَالَ فَلَمْ أَنْشَبْ أَنْ نَظَرْتُ إِلَى أَبِي جَهْلٍ يَزُولُ فِي النَّاسِ فَقُلْتُ أَلَا تَرَيَانِ هَذَا صَاحِبُكُمَا الَّذِي تَسْأَلَانِ عَنْهُ قَالَ فَابْتَدَرَاهُ فَضَرَبَاهُ بِسَيْفَيْهِمَا حَتَّى قَتَلَاهُ ثُمَّ انْصَرَفَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَاهُ فَقَالَ أَيُّكُمَا قَتَلَهُ فَقَالَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا أَنَا قَتَلْتُ فَقَالَ هَلْ مَسَحْتُمَا سَيْفَيْكُمَا قَالَا لَا فَنَظَرَ فِي السَّيْفَيْنِ فَقَالَ كِلَاكُمَا قَتَلَهُ وَقَضَى بِسَلَبِهِ لِمُعَاذِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ وَالرَّجُلَانِ مُعَاذُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ وَمُعَاذُ بْنُ عَفْرَاءَ
Dari Abdurrahman bin Auf RA, dia berkata, "Ketika saya sedang berdiri di tengah-tengah barisan
kaum muslimin yang akan berangkat ke medan perang Badar, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, maka tiba-tiba saya berada di antara dua orang pemuda Anshar yang muda belia. Sungguh saya sangat senang sekali berada di antara mereka berdua." Salah seorang dari mereka memegang pundak saya dan berkata, 'Wahai paman, apakah engkau kenal dengan Abu Jahal?' Saya langsung menjawab, 'Ya. Aku kenal. Ada keperluan apa kamu dengannya, wahai anak saudaraku!' Lalu pemuda itu berkata, 'Saya pernah diberitahu bahwa Abu Jahal pernah mencaci-maki Rasulullah. Demi dzat yang jiwa saya berada di tangan-Nya, apabila suatu saat saya melihatnya, maka akan saya ajak ia bertarung satu lawan satu, hingga akan diketahui siapa yang akan mati terlebih dahulu.' Betapa kagumnya saya dengan tekad dan keberanian pemuda itu. Tekad dan keberanian yang sama juga dilontarkan pemuda yang satunya lagi. Tak lama kemudian saya melihat Abu Jahal muncul dari kejauhan, sedang berjalan ke sana dan ke mari di antara orang-orang banyak. Kemudian saya berkata kepada kedua pemuda itu, 'Wahai anak saudaraku, bukankah sekarang kalian dapat melihat Abu Jahal? Itu dia Abu Jahal, musuh kalian berdua, yang sedang kalian tunggu-tunggu!" Tanpa diberi komando, keduanya berkelebat maju dengan pedang terhunus menuju Abu Jahal. Maka terayunlah pedang yang tajam ke tubuh Abu Jahal hingga ia tewas seketika. Setelah itu keduanya pergi menemui Rasulullah SAW, dan memberitahukan kepada beliau tentang apa yang telah mereka lakukan terhadap Abu Jahal. Rasulullah bertanya, 'Siapa di antara kalian berdua yang telah membunuhnya.' Ternyata masing-masing dari keduanya mengaku sebagai pembunuh Abu Jahal. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada keduanya, 'Apakah kalian berdua telah membersihkan pedang kalian?' Kedua pemuda itu menjawab, 'Belum ya Rasulullah!' Kemudian Rasulullah melihat kedua pedang pemuda Anshar itu dan berkata, 'Ya. Kalian berdua memang telah membunuhnya.' Akhirnya Rasulullah menetapkan bahwa harta orang yang terbunuh tersebut, (Abu Jahal), selayaknya diserahkan kepada Mu'adz bin Amr bin Jamuh. Sedangkan nama kedua pemuda Anshar yang gagah berani itu adalah Mu'adz bin Amr bin Jamuh dan Mu'adz bin Afra" {Muslim 5/149}