2/3/17

Apabila Seorang Hakim Berijtihad dalam Menetapkan Suatu Hukum, Kemudian Ia Benar Ataupun Salah dalam Ketetapannya Tersebut

عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ
Dari Amru bin Ash RA, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seorang hakim
berijtihad dalam menetapkan suatu hukum, kemudian ia benar, maka hakim tersebut akan mendapat dua pahala. Apabila ia berijtihad dalam menetapkan suatu hukum, tetapi ia salah, maka ia akan mendapat satu pahala." {Muslim 5/131}