1/21/17

Nikah Mut'ah

عَنْ قَيْسٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ يَقُولُ كُنَّا نَغْزُو مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ لَنَا نِسَاءٌ فَقُلْنَا أَلَا نَسْتَخْصِي فَنَهَانَا عَنْ ذَلِكَ ثُمَّ رَخَّصَ لَنَا أَنْ نَنْكِحَ الْمَرْأَةَ بِالثَّوْبِ إِلَى أَجَلٍ ثُمَّ قَرَأَ عَبْدُ اللَّهِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
Dari Qais, dia berkata, "Saya pernah mendengar Abdullah bin Mas'ud RA berkata, 'Kami pernah
berperang bersama Rasulullah SAW tanpa membawa istri, lalu kami berkata, "Apakah sebaiknya kita mengebiri kemaluan kita?'" Lalu Rasulullah SAW melarang kami berbuat demikian, dan beliau memberikan keringanan pada kami untuk menikahi perempuan sampai pada batas waktu tertentu dengan mas kawin pakaian."' Lalu Abdullah bin Mas'ud membaca ayat yang artinya; "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah dihalalkan oleh Allah bagimu dan janganlah kamu melampui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.'" (Qs. Al Maa'idah(5): 87) {Muslim 4/130}
عن جَابِرِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قال: كُنَّا نَسْتَمْتِعُ بِالْقَبْضَةِ مِنْ التَّمْرِ وَالدَّقِيقِ الْأَيَّامَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ حَتَّى نَهَى عَنْهُ عُمَرُ فِي شَأْنِ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ
Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, "Kami pernah melakukan nikah mut'ah selama beberapa hari dengan mas kawin beberapa genggam kurma dan tepung, pada masa Rasulullah SAW dan Abu Bakar RA, sampai Umar RA melarang nikah mut'ah dalam kasus Amru bin Huraits." {Muslim 4/131}