1/21/17

Penghapusan Hukum Halal Nikah Mut'ah, dan Pengharamannya

عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ مُتْعَةِ النِّسَاءِ يَوْمَ خَيْبَرَ وَعَنْ أَكْلِ لُحُومِ الْحُمُرِ الْإِنْسِيَّةِ
Dari Ali bin Abu Thalib RA, bahwa Rasulullah SAW telah melarang, menikahi wanita secara mut'ah pada perang khaibar, serta melarang makan daging himar jinak. {Muslim 4/134}
عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ أَنَّ أَبَاهُ غَزَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتْحَ مَكَّةَ قَالَ فَأَقَمْنَا بِهَا خَمْسَ عَشْرَةَ (ثَلَاثِينَ بَيْنَ لَيْلَةٍ وَيَوْمٍ) فَأَذِنَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مُتْعَةِ النِّسَاءِ فَخَرَجْتُ أَنَا وَرَجُلٌ مِنْ قَوْمِي وَلِي عَلَيْهِ فَضْلٌ فِي الْجَمَالِ وَهُوَ قَرِيبٌ مِنْ الدَّمَامَةِ مَعَ كُلِّ وَاحِدٍ مِنَّا بُرْدٌ فَبُرْدِي خَلَقٌ وَأَمَّا بُرْدُ ابْنِ عَمِّي فَبُرْدٌ جَدِيدٌ غَضٌّ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِأَسْفَلِ مَكَّةَ أَوْ بِأَعْلَاهَا فَتَلَقَّتْنَا فَتَاةٌ مِثْلُ الْبَكْرَةِ الْعَنَطْنَطَةِ فَقُلْنَا هَلْ لَكِ أَنْ يَسْتَمْتِعَ مِنْكِ أَحَدُنَا قَالَتْ وَمَاذَا تَبْذُلَانِ فَنَشَرَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنَّا بُرْدَهُ فَجَعَلَتْ تَنْظُرُ إِلَى الرَّجُلَيْنِ وَيَرَاهَا صَاحِبِي تَنْظُرُ إِلَى عِطْفِهَا فَقَالَ إِنَّ بُرْدَ هَذَا خَلَقٌ وَبُرْدِي جَدِيدٌ غَضٌّ فَتَقُولُ بُرْدُ هَذَا لَا بَأْسَ بِهِ ثَلَاثَ مِرَارٍ أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ اسْتَمْتَعْتُ مِنْهَا فَلَمْ أَخْرُجْ حَتَّى حَرَّمَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Rabi' bin Sabrah, bahwa ayahnya pernah berperang bersama Rasulullah SAW pada hari penaklukkan Makkah. Ayah Rabi' berkata, "Kami tinggal di Makkah selama 15 hari, lalu Rasulullah SAW mengizinkan kami untuk menikahi wanita dengan cara mut'ah. Aku dan seorang laki-laki dari kaumku (sepupuku) keluar mencari calon istri. Aku lebih tampan daripada saudara sepupuku dan dia agak jelek. Masing-masing kami membawa sebuah baju. Bajuku sudah usang, sedangkan baju sepupuku baru dan halus. Setelah kami sampai di bawah (di atas) kota Makkah, tiba-tiba kami dikejutkan oleh seorang gadis cantik dan berleher jenjang. Lalu kami berkata padanya, 'Maukah kamu dinikahi secara mut'ah oleh salah seorang dari kami?' Dia balik bertanya, 'Apa yang kamu berikan sebagai mas kawin?" Lalu masing-masing kami memperlihatkan baju yang telah kami persiapkan. Mulailah wanita tersebut memperhatikan kami berdua. Ketika sepupuku melihat wanita itu menoleh ke sisinya, dia berkata kepada perempuan itu, 'Baju yang ini sudah usang sedangkan bajuku baru dan halus.' Perempuan itu lantas menjawab, 'Baju yang usang inipun tak apa-apa.' Dia mengulang kata-kata itu sampai tiga atau dua kali. Lalu aku (ayah Rabi') melakukan nikah mut'ah dengan perempuan itu, dan aku tidak melepaskan perempuan itu sehingga Rasulullah SAW mengharamkannya."' {Muslim 4/132}
عن الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ الْجُهَنِيُّ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِي الِاسْتِمْتَاعِ مِنْ النِّسَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ ذَلِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهُنَّ شَيْءٌ فَلْيُخَلِّ سَبِيلَهُ وَلَا تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا
Dari Sabrah Al Juhani RA, bahwa dia pernah bersama Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, "Saudara-saudara! Sesungguhnya aku dulu pernah membolehkan kalian untuk menikahi perempuan secara mut'ah, tapi sekarang Allah SWT telah mengharamkannya sampai hari kiamat. Barang siapa masih mempunyai istri mut'ah maka ceraikanlah, dan janganlah kamu mengambil kembali mas kawin yang telah kamu berikan kepada istri mut'ah itu." {Muslim 4/132}