1/15/17

Menyempurnakan Wudhu Dengan Meninggalkan Perkara Makruh

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللهُ بِهِ الخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ إسْبَاغُ الوُضُوءِ عَلَى المَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الخَطَا إِلَى المَسَاجِد وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُم الرِّبَاطُ
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Tidakkah kamu ingin aku beritahukan sesuatu,
yang dengannya Allah Azza wa jalla akan menghapus dosa dan mengangkat derajat?" Para sahabat menjawab, "Tentu, wahai Rasulullah!." Beliau besabda, "Menyempurnakan wudhu dengan meninggalkan perkara makruh, memperbanyak langkah menuju masjid dan menanti shalat demi shalat, maka itulah pengikat (hubungan seseorang dengan Allah)." {Muslim 1/151}