1/15/17

Orang yang Berwudhu Dengan Baik

عن حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ مَضْمَضَ وَاسْتَنْثَرَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْمِرْفَقِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ مَسَحَ رَأْسَهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ الْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَكَانَ عُلَمَاؤُنَا يَقُولُونَ هَذَا الْوُضُوءُ أَسْبَغُ مَا يَتَوَضَّأُ بِهِ أَحَدٌ لِلصَّلَاةِ
Dari Humran, mantan budak Utsman bin Affan RA, bahwasanya Utsman bin Affan RA pernah
meminta air untuk berwudhu. Kemudian dia berwudhu lalu membasuh dua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur dan menghirup air dengan hidung lalu menghembuskannya. Setelah itu dia membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh tangan kanannya hingga siku tiga kali, kemudian membasuh tangan kirinya dengan cara seperti itu, kemudian mengusap kepalanya lalu membasuh kaki kanannya hingga mata kakinya tiga kali, kemudian membasuh kaki kirinya dengan cara seperti itu, lalu dia berkata, "Saya telah melihat Rasululah SAW berwudhu seperti wudhu saya ini dan kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini lalu berdiri melakukan shalat dua raka'at tanpa berbicara terhadap dirinya sendiri, maka diampuni dosanya yang telah lalu." Ibnu Syihab berkata,"Bahwasanya para ulama kita mengatakan, "Ini adalah wudhu yang paling sempurna yang dilakukan seseorang untuk shalat." {Muslim 1/141}
عن حُمْرَانَ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَتَمَّ الْوُضُوءَ كَمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى فَالصَّلَوَاتُ الْمَكْتُوبَاتُ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ
Dari Humran, bahwasanya Utsman RA berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, "Barang siapa menyempurnakan wudhu sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT, maka shalat-shalat wajib tersebut menjadi pelebur dosa antara shalat yang satu dengan yang lainnya." (Muslim 1/143}
عَنْ عُثْمُانَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: مَنْ تَوَضَأَ لِلصَّلَاةِ فَأَسْبَغَ الوُضُوءَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ المَكْتُوبَةِ فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الجَمَاعَةِ أَوْ فِي المَسْجِدِ غَفَرَ اللهُ لَهُ ذُنُوبَهُ
Dari Utsman RA, dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa berwudhu untuk shalat dan dia menyempurnakan wudhunya, kemudian dia berjalan untuk melakukan shalat fardhu bersama orang-orang atau secara berjamaah di masjid, maka Allah mengampuni dosa-dosanya." {Muslim 1/144}