1/15/17

Kadar Perhiasan (di Akhirat) Menurut Batasan Basuhan

عَنْ أَبِي حَازِمٍ قَالَ كُنْتُ خَلْفَ أَبِي هُرَيْرَةَ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ فَكَانَ يَمُدُّ يَدَهُ حَتَّى تَبْلُغَ إِبْطَهُ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ مَا هَذَا الْوُضُوءُ فَقَالَ يَا بَنِي فَرُّوخَ أَنْتُمْ هَاهُنَا لَوْ عَلِمْتُ أَنَّكُمْ هَاهُنَا مَا تَوَضَّأْتُ هَذَا الْوُضُوءَ سَمِعْتُ خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ تَبْلُغُ الْحِلْيَةُ مِنْ الْمُؤْمِنِ حَيْثُ يَبْلُغُ الْوَضُوءُ
Dari Abu Hazim, dia berkata, "Saya pernah berada di belakang Abu Hurairah RA ketika dia sedang
berwudhu untuk shalat, maka dia meneruskan basuhan tangannya sampai ketiak, lalu saya bertanya kepadanya, "Wahai Abu Hurairah! wudhu apa ini?" Dia menjawab, "Hai bani Farrukh! Kamu rupanya yang disini? Seandainya saya tahu bahwa kamu di sini, maka saya tidak berwudhu seperti ini. Saya pernah mendengar kekasih saya, Rasulullah SAW bersabda, "Perhiasan orang mukmin (di akhirat) adalah menurut kadar kesempurnaan basuhan wudhunya." {Muslim 1/151}