1/25/17

Laki-laki yang Menthalak Istrinya dengan Thalak Tiga, lalu Si Istri Menikah dengan Laki-laki Lain dan Belum Disetubuhi, maka Istri Tersebut Tidak Boleh Kembali Lagi Kepada Suami yang Pertama

عن عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رِفَاعَةَ الْقُرَظِيَّ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ فَبَتَّ طَلَاقَهَا فَتَزَوَّجَتْ بَعْدَهُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الزَّبِيرِ فَجَاءَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا كَانَتْ تَحْتَ رِفَاعَةَ فَطَلَّقَهَا آخِرَ ثَلَاثِ تَطْلِيقَاتٍ فَتَزَوَّجْتُ بَعْدَهُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الزَّبِيرِ وَإِنَّهُ وَاللَّهِ مَا مَعَهُ إِلَّا مِثْلُ الْهُدْبَةِ وَأَخَذَتْ بِهُدْبَةٍ مِنْ جِلْبَابِهَا قَالَ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَاحِكًا فَقَالَ لَعَلَّكِ تُرِيدِينَ أَنْ تَرْجِعِي إِلَى رِفَاعَةَ لَا حَتَّى يَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ وَتَذُوقِي عُسَيْلَتَهُ وَأَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيقُ جَالِسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَخَالِدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ جَالِسٌ بِبَابِ الْحُجْرَةِ لَمْ يُؤْذَنْ لَهُ قَالَ فَطَفِقَ خَالِدٌ يُنَادِي أَبَا بَكْرٍ أَلَا تَزْجُرُ هَذِهِ عَمَّا تَجْهَرُ بِهِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Aisyah RA, bahwa Rifa'ah Al Qurazhi menthalak istrinya dengan thalak tiga. Setelah itu istri
tersebut kawin dengan Abdurrahman bin Zubair. Kemudian dia datang kepada Nabi SAW. Lalu Aisyah berkata, "Ya Rasulullah! Dia dulu istri Rifa'ah kemudian dithalak tiga." Lalu saya (istri Rifa'ah) menikah dengan Abdurrahman bin Zubair, tetapi demi Allah! apa yang dimilikinya hanya seperti ujung kain." Perempuan itu memegang ujung jilbabnya. Rasulullah SAW tersenyum sambil tertawa kecil, dan beliau bertanya kepada perempuan itu. "Kamu ingin kembali lagi kepada Rifa'ah? Tidak boleh, kecuali Abdurrahman merasakan madumu dan kamu merasakan madu Abdurrahman.' Ketika itu Abu Bakar RA sedang duduk di sebelah Rasulullah SAW, sedangkan Khalid bin Sa'id bin Ash yang duduk di pintu ruangan tidak diizinkan mendekat. Lalu Khalid segera bergumam, "Hai Abu Bakar, mengapa engkau melarangku mendekat, padahal perempuan itu berkata dengan keras di sisi Rasulullah SAW?" {Muslim 4/154}