عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ إِذَا خَرَجْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَالدَّجَّالُ وَدَابَّةُ الْأَرْضِ
|
Dari Abu Hurairah RA bahwasanya ia berkata, "Rasulullah SAW pernah bersabda, 'Apabila tiga hal
telah muncul, maka Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang terhadap dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam imannya.' (Qs. Al Maa'idah(5): 158) Tiga hal tersebut adalah: 1). Terbitnya matahari dari barat 2). Turunnya Dajjal 3). Makhluk melata di muka bumi." {Muslim 1/95-96}
|
عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمًا أَتَدْرُونَ أَيْنَ تَذْهَبُ هَذِهِ الشَّمْسُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ إِنَّ هَذِهِ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَخِرُّ سَاجِدَةً فَلَا تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا ارْتَفِعِي ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَرْجِعُ فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا ثُمَّ تَجْرِي حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا تَحْتَ الْعَرْشِ فَتَخِرُّ سَاجِدَةً وَلَا تَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يُقَالَ لَهَا ارْتَفِعِي ارْجِعِي مِنْ حَيْثُ جِئْتِ فَتَرْجِعُ فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَطْلِعِهَا ثُمَّ تَجْرِي لَا يَسْتَنْكِرُ النَّاسَ مِنْهَا شَيْئًا حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى مُسْتَقَرِّهَا ذَاكَ تَحْتَ الْعَرْشِ فَيُقَالُ لَهَا ارْتَفِعِي أَصْبِحِي طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِكِ فَتُصْبِحُ طَالِعَةً مِنْ مَغْرِبِهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرُونَ مَتَى ذَاكُمْ ذَاكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
|
| Dari Abu Dzar RA bahwasanya pada suatu hari, Rasulullah SAW bertanya, "Tahukah kalian ke arah manakah matahari itu bergerak?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nyalah yang lebih tahu." Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya matahari itu bergerak hingga pada tempat titik akhirnya di bawah arasy. Setelah itu, matahari tersebut akan menunduk untuk bersujud. Matahari akan senantiasa berada dalam posisi seperti itu, hingga diperintahkan kepadanya, 'Hai matahari, meninggi dan kembalilah ke tempat semula kamu terbit!' Maka matahari pun kembali dan muncul pada pagi hari dari tempat terbitnya. Setelah itu, ia bergerak sampai pada titik akhirnya di bawah arasy. Kemudian matahari merunduk sambil bersujud dan ia senantiasa berada dalam posisi seperti itu, hingga diperintahkan kepadanya, 'Hai matahari, meninggi dan kembalilah ke tempat semula kamu terbit!' Lalu matahari bergerak seperti biasa tanpa dianggap aneh oleh manusia hingga sampai pada titik akhirnya di bawah arasy dan diperintahkan kepadanya, "Hai matahari meninggi dan terbitlah esok hari dari arah barat di bawah arasy. Kemudian matahari pun terbit pada pagi hari.' Rasulullah SAW bersabda, "Tahukah kalian, kapankah hal itu terjadi? Hal itu terjadi ketika ...tidak bermanfaat lagi iman seseorang terhadap dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu atau ia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya (Qs. Al Maidah (5): 158). {Muslim 1/96}
|
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَتْ الْمَرْأَةُ تَطُوفُ بِالْبَيْتِ وَهِيَ عُرْيَانَةٌ فَتَقُولُ مَنْ يُعِيرُنِي تِطْوَافًا تَجْعَلُهُ عَلَى فَرْجِهَا وَتَقُولُ الْيَوْمَ يَبْدُو بَعْضُهُ أَوْ كُلُّهُ فَمَا بَدَا مِنْهُ فَلَا أُحِلُّهُ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
|
| Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Pada suatu ketika, ada seorang wanita yang melakukan thawaf di sekitar Ka'bah dengan bertelanjang dan tidak menutup kemaluannya sambil berkata, 'Adakah yang mencelaku karena melakukan thawaf seperti ini?' Setelah itu, perempuan tersebut melantunkan sebuah bait syair yang berbunyi, Kini tampaklah sebagian atau seluruhnya, namun apa yang tampak ini pun tidaklah kubiarkan seorang pun menjamahnya Akhirnya turunlah ayat, "...pakailah pakaianmu yang indah setiap kali memasuki masjid. " (Qs. Al A'raaf (7): 31). {Muslim 8/243-244}
|