3/13/17

Firman Allah "Maka Tunggulah Hari Ketika Langit Membawa Kabut Yang Nyata."(Qs. Ad-Dukhaan(44): 10-16)

عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ كُنَّا عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ جُلُوسًا وَهُوَ مُضْطَجِعٌ بَيْنَنَا فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ قَاصًّا عِنْدَ أَبْوَابِ كِنْدَةَ يَقُصُّ وَيَزْعُمُ أَنَّ آيَةَ الدُّخَانِ تَجِيءُ فَتَأْخُذُ بِأَنْفَاسِ الْكُفَّارِ وَيَأْخُذُ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ كَهَيْئَةِ الزُّكَامِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ وَجَلَسَ وَهُوَ غَضْبَانُ يَا أَيَّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ مَنْ عَلِمَ مِنْكُمْ شَيْئًا فَلْيَقُلْ بِمَا يَعْلَمُ وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلْ اللَّهُ أَعْلَمُ فَإِنَّهُ أَعْلَمُ لِأَحَدِكُمْ أَنْ يَقُولَ لِمَا لَا يَعْلَمُ اللَّهُ أَعْلَمُ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنْ الْمُتَكَلِّفِينَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى مِنْ النَّاسِ إِدْبَارًا فَقَالَ اللَّهُمَّ سَبْعٌ كَسَبْعِ يُوسُفَ قَالَ فَأَخَذَتْهُمْ سَنَةٌ حَصَّتْ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى أَكَلُوا الْجُلُودَ وَالْمَيْتَةَ مِنْ الْجُوعِ وَيَنْظُرُ إِلَى السَّمَاءِ أَحَدُهُمْ فَيَرَى كَهَيْئَةِ الدُّخَانِ فَأَتَاهُ أَبُو سُفْيَانَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّكَ جِئْتَ تَأْمُرُ بِطَاعَةِ اللَّهِ وَبِصِلَةِ الرَّحِمِ وَإِنَّ قَوْمَكَ قَدْ هَلَكُوا فَادْعُ اللَّهَ لَهُمْ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فَارْتَقِبْ يَوْمَ تَأْتِي السَّمَاءُ بِدُخَانٍ مُبِينٍ يَغْشَى النَّاسَ هَذَا عَذَابٌ أَلِيمٌ إِلَى قَوْلِهِ إِنَّكُمْ عَائِدُونَ قَالَ أَفَيُكْشَفُ عَذَابُ الْآخِرَةِ يَوْمَ نَبْطِشُ الْبَطْشَةَ الْكُبْرَى إِنَّا مُنْتَقِمُونَ فَالْبَطْشَةُ يَوْمَ بَدْرٍ وَقَدْ مَضَتْ آيَةُ الدُّخَانِ وَالْبَطْشَةُ وَاللِّزَامُ وَآيَةُ الرُّومِ
Dari Masruq bahwasanya ia berkata, "Suatu ketika kami duduk di dekat Abdullah, sementara ia berbaring di antara kami. Lalu kami didatangi seorang laki-laki yang berkata, 'Hai ayah Abdurrahman, ada seorang pendongeng di pintu-pintu gerbang Kindah yang menyatakan bahwa ayat Ad-Dukhan adalah kabut yang turun, menyesakkan pernafasan orang-orang kafir, dan membuat orang-orang mukmin menderita selesma.' Kemudian Abdullah berkata sambil duduk dan marah, "Hai saudara-saudara sekalian, bertakwalah kepada Allah! Barangsiapa di antara kalian mengetahui tentang sesuatu, maka katakanlah apa yang ia ketahui. Barangsiapa tidak tahu, maka ucapkanlah, 'Allah yang lebih tahu (Allahua'lam). Sesungguhnya orang yang paling mengerti di antara kalian adalah orang yang mengatakan: "Allahu a'lam (Allah yang lebih tahu) apabila ia tidak tahu." Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah berfirman kepada Nabi-Nya: "Katakanlah hai Muhammad, 'Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahku dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada. " (Qs. Shaad(38): 86) Ketika Rasulullah SAW melihat orang-orang Makkah banyak yang tidak mau masuk Islam, maka beliau pun berdoa, "Ya Allah, timpakanlah masa kelaparan kepada mereka selama tujuh tahun seperti yang dialami oleh orang-orang Mesir pada masa Nabi Yusuf!" Abdullah berkata, "Akhirnya orang-orang kafir pun tertimpa kelaparan yang menghancurkan segala sesuatu hingga mereka memakan kulit dan bangkai karena sangat laparnya. Kemudian di antara mereka ada juga yang memandang ke langit. Tiba-tiba mereka melihat sesuatu seperti kabut/asap. Lalu ia mendatangi Abu Sufyan. Maka Abu Sufyan pun berkata, 'Hai Muhammad, sesungguhnya Anda diutus dengan membawa perintah taat kepada Allah dan menyambung tali silaturahim antar kerabat. Sekarang kaum Anda tertimpa bencana. Oleh karena itu, berdoalah kepada Allah untuk keselamatan mereka!' Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman dalam Al Qur'an: "Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih... sampai pada ayat yang berbunyi "Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan." (Qs. Ad-Dukhaan(44): 10-15) Abdullah berkata, "Apakah adzab akhirat akan dijelaskan? "Ingatlah hari ketika Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan." (Qs. Ad-Dukhaan(44): 16) Yang dimaksud denagn hantaman keras adalah perang Badar. Telah lewat ayat tentang kabut pembawa petaka dan hantaman yang keras (perang Badar). Kemudian ada ayat tentang kemenangan Romawi atas Persi. {Muslim 8/130-131}
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ خَمْسٌ قَدْ مَضَيْنَ الدُّخَانُ وَاللِّزَامُ وَالرُّومُ وَالْبَطْشَةُ وَالْقَمَرُ
Dari Abdullah bin Mas'ud RA bahwasanya ia berkata, "Ada lima ayat yang telah berlalu, yaitu ayat tentang kabut pembawa petaka, kematian, kemenangan kaum Romawi atas Persi, hantaman yang keras (perang Badar), dan tentang bulan purnama." (Muslim 8/132)