3/9/17

Duri dan Musibah yang Menimpa Kaum Muslimin

عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَ دَخَلَ شَبَابٌ مِنْ قُرَيْشٍ عَلَى عَائِشَةَ وَهِيَ بِمِنًى وَهُمْ يَضْحَكُونَ فَقَالَتْ مَا يُضْحِكُكُمْ قَالُوا فُلَانٌ خَرَّ عَلَى طُنُبِ فُسْطَاطٍ فَكَادَتْ عُنُقُهُ أَوْ عَيْنُهُ أَنْ تَذْهَبَ فَقَالَتْ لَا تَضْحَكُوا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا كُتِبَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَمُحِيَتْ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ
Dari Aswad, dia berkata, "Pada suatu hari, seorang pemuda Quraisy berkunjung kepada Aisyah RA, istri Rasulullah, ketika ia sedang berada di Mina. Kebetulan saat itu para sahabat tertawa terbahak-
bahak, hingga Aisyah merasa heran dan sekaligus bertanya, 'Mengapa kalian tertawa?' Mereka menjawab, "Si fulan jatuh menimpa tali kemah hingga lehernya {atau matanya} hampir lepas." Aisyah berkata, "Janganlah kalian tertawa terbahak-bahak! Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ' Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih kecil dari itu, melainkan akan ditulis baginya satu derajat dan akan dihapus satu kesalahannya.'{Muslim 14-15}