2/6/17

Ujian bagi Wanita-wanita Mukmin Apabila Mereka Hijrah ketika Berbai'at

عن عَائِشَةَ زَوْج النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَتْ الْمُؤْمِنَاتُ إِذَا هَاجَرْنَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُمْتَحَنَّ بِقَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لَا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ إِلَى آخِرِ الْآيَةِ قَالَتْ عَائِشَةُ فَمَنْ أَقَرَّ بِهَذَا مِنْ الْمُؤْمِنَاتِ فَقَدْ أَقَرَّ بِالْمِحْنَةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَقْرَرْنَ بِذَلِكَ مِنْ قَوْلِهِنَّ قَالَ لَهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْطَلِقْنَ فَقَدْ بَايَعْتُكُنَّ وَلَا وَاللَّهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلَامِ قَالَتْ عَائِشَةُ وَاللَّهِ مَا أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى النِّسَاءِ قَطُّ إِلَّا بِمَا أَمَرَهُ اللَّهُ تَعَالَى وَمَا مَسَّتْ كَفُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَفَّ امْرَأَةٍ قَطُّ وَكَانَ يَقُولُ لَهُنَّ إِذَا أَخَذَ عَلَيْهِنَّ قَدْ بَايَعْتُكُنَّ كَلَامًا
Dari Aisyah RA, istri Rasulullah SAW, bahwasanya ia berkata, "Apabila wanita-wanita mukmin
pergi berhijrah kepada Rasulullah SAW, maka mereka juga akan diuji. Hal ini berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla 'Hai Nabi, apabila datang kepadamu wanita-wanita beriman untuk mengadakan janji setia (baiat), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' Aisyah berkata, "Barang siapa di antara wanita-wanita mukmin yang telah menyatakan ikrar ini, maka berarti ia telah menyatakan suatu ujian dan cobaan." Pada saat wanita-wanita beriman itu telah menyatakan ikrarnya tersebut, maka Rasulullah SAW bersabda kepada mereka, "Sekarang pergilah kalian, karena aku telah membaiat kalian semua.' "Demi Allah, ketika melakukan pembaiatan tersebut, Rasulullah SAW sama sekali tidak menyentuh tangan seorang pun dari wanita-wanita mukmin tersebut. Dengan demikian, nyatalah bahwa beliau melakukan pembaiatan itu hanya dengan ucapan saja." Aisyah berkata, "Demi Allah, Rasulullah SAW tidak pernah memerintahkan wanita-wanita mukmin itu kecuali dengan apa yang memang telah diperintahkan Allah. Selain itu, Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan (bersalaman) salah seorang wanita mukmin walau hanya sekalipun. Tetapi beliau membaiat mereka dengan ucapan, 'Aku telah membai'at kalian semua' setelah itu selesai." {Muslim 6/29}