2/2/17

Tidak Ada Pelaksanaan Nadzar dalam Kemaksiatan Kepada Allah dan Sesuatu yang Tidak Dimiliki Seorang Hamba

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ كَانَتْ ثَقِيفُ حُلَفَاءَ لِبَنِى عُقَيْلٍ فَأَسَرَتْ ثَقِيفُ رَجُلَيْنِ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَسَرَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ بَنِي عُقَيْلٍ وَأَصَابُوا مَعَهُ الْعَضْبَاءَ فَأَتَى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي الْوَثَاقِ قَالَ يَا مُحَمَّدُ فَأَتَاهُ فَقَالَ مَا شَأْنُكَ فَقَالَ بِمَ أَخَذْتَنِي وَبِمَ أَخَذْتَ سَابِقَةَ الْحَاجِّ فَقَالَ إِعْظَامًا لِذَلِكَ أَخَذْتُكَ بِجَرِيرَةِ حُلَفَائِكَ ثَقِيفَ ثُمَّ انْصَرَفَ عَنْهُ فَنَادَاهُ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ يَا مُحَمَّدُ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَقِيقًا فَرَجَعَ إِلَيْهِ فَقَالَ مَا شَأْنُكَ قَالَ إِنِّي مُسْلِمٌ قَالَ لَوْ قُلْتَهَا وَأَنْتَ تَمْلِكُ أَمْرَكَ أَفْلَحْتَ كُلَّ الْفَلَاحِ ثُمَّ انْصَرَفَ فَنَادَاهُ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ يَا مُحَمَّدُ فَأَتَاهُ فَقَالَ مَا شَأْنُكَ قَالَ إِنِّي جَائِعٌ فَأَطْعِمْنِي وَظَمْآنُ فَأَسْقِنِي قَالَ هَذِهِ حَاجَتُكَ فَفُدِيَ بِالرَّجُلَيْنِ قَالَ وَأُسِرَتْ امْرَأَةٌ مِنْ الْأَنْصَارِ وَأُصِيبَتْ الْعَضْبَاءُ فَكَانَتْ الْمَرْأَةُ فِي الْوَثَاقِ وَكَانَ الْقَوْمُ يُرِيحُونَ نَعَمَهُمْ بَيْنَ يَدَيْ بُيُوتِهِمْ فَانْفَلَتَتْ ذَاتَ لَيْلَةٍ مِنْ الْوَثَاقِ فَأَتَتْ الْإِبِلَ فَجَعَلَتْ إِذَا دَنَتْ مِنْ الْبَعِيرِ رَغَا فَتَتْرُكُهُ حَتَّى تَنْتَهِيَ إِلَى الْعَضْبَاءِ فَلَمْ تَرْغُ قَالَ وَنَاقَةٌ مُنَوَّقَةٌ فَقَعَدَتْ فِي عَجُزِهَا ثُمَّ زَجَرَتْهَا فَانْطَلَقَتْ وَنَذِرُوا بِهَا فَطَلَبُوهَا فَأَعْجَزَتْهُمْ قَالَ وَنَذَرَتْ لِلَّهِ إِنْ نَجَّاهَا اللَّهُ عَلَيْهَا لَتَنْحَرَنَّهَا فَلَمَّا قَدِمَتْ الْمَدِينَةَ رَآهَا النَّاسُ فَقَالُوا الْعَضْبَاءُ نَاقَةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنَّهَا نَذَرَتْ إِنْ نَجَّاهَا اللَّهُ عَلَيْهَا لَتَنْحَرَنَّهَا فَأَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرُوا ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ بِئْسَمَا جَزَتْهَا نَذَرَتْ لِلَّهِ إِنْ نَجَّاهَا اللَّهُ عَلَيْهَا لَتَنْحَرَنَّهَا لَا وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةٍ وَلَا فِيمَا لَا يَمْلِكُ الْعَبْدُ
Dari Imran bin Hushain RA, dia berkata, "Dahulu Bani Tsaqif adalah sekutu Bani Uqail. Pada suatu
ketika Bani Tsaqif menawan dua orang sahabat Rasulullah SAW, sedangkan para sahabat menawan seorang laki-laki dari Bani Uqail dan juga bersamanya Adhba' (nama seekor unta). Lalu Rasulullah datang menemui tawanan lelaki dari Bani Uqail dalam keadaan terikat. Kemudian lelaki itu berseru, 'Ya Muhammad!' Rasulullah mendekatinya seraya berkata, 'Ada apa denganmu?' Lelaki itu meneruskan ucapannya, 'Apa sebabnya engkau menawan saya dan mengambil unta yang selalu mendahului para haji?' (karena menganggap hal itu penting). Rasulullah menjawab, 'Aku menawanmu karena kesalahan sekutumu, Bani Tsaqif.'' Lalu beliau membalikkan badan dan ingin meninggalkannya. Tetapi tawanan itu memanggil lagi, 'Ya Muhammad, ya Muhammad!' Karena Rasulullah SAW adalah seorang nabi yang lembut dan penyayang, maka beliau pun kembali dan bertanya, 'Ada apa?'" Lelaki itu berkata, 'Sebenarnya saya adalah orang muslim.' Rasulullah pun menjawab, 'Seandainya kamu mengucapkan kalimat itu tepat pada waktunya, maka kamu akan sangat bahagia' Kemudian beliau pun pergi. Ternyata tawanan itu memanggilnya lagi, 'Ya Muhammad!' Rasulullah membalikkan badannya seraya berkata, 'Ada apa?' Lelaki itu berkata, 'Sekarang saya sangat lapar, maka berikanlah saya makan. Saya juga merasa haus, maka berilah saya minum.' Rasulullah berkata, 'Baiklah akan saya penuhi semua itu, karena ini adalah kebutuhanmu.' Akhirnya lelaki tawanan itu ditebus dengan dua orang lelaki (yang tertawan)." Imran bin Hushain berkata, "Seorang wanita dari kaum Anshar tertawan dan Adhba' juga tertangkap musuh. Kemudian, mereka (para musuh) mengikat wanita Anshar itu dan memasukkan ternak-ternak mereka beserta Adhba' ke dalam kandang yang berada di depan rumah. Pada suatu malam wanita Anshar tersebut dapat melepaskan tali ikatannya dan berjalan perlahan-lahan menuju kandang unta. Akan tetapi setiap kali ia mendekat unta, maka unta tersebut bersuara. Oleh karena itu ia meninggalkannya sampai bertemu dengan adhba' dan unta itu tidak bersuara." Imran berkata, "Adhba itu seekor unta yang jinak dan terlatih. Lalu wanita Anshar tersebut duduk di bagian belakang Adhba' dan memacunya untuk berlari kencang. Tak berapa lama kemudian musuh-musuh terbangun dan baru mengetahui bahwa wanita Anshar itu melarikan diri dengan unta Adhba". Kemudian mereka mencari dan mengejarnya, tetapi mereka tidak menemukannya." Imran berkata, "Wanita itu bernadzar kepada Allah seraya berkata, 'Kalau sekiranya Allah Azza wa Jalla menyelamatkan diri saya dari kejaran musuh, maka saya akan memotong Adhba'.' Sesampainya di Madinah, kaum muslimin menyambut kedatangan wanita Anshar itu dengan penuh rasa gembira. Mereka juga berseru dengan riang gembira seraya berkata, 'Itu Adhba' unta Rasulullah!' Lalu wanita itu berkata, bahwa ia telah bernadzar kalau ia selamat dari kejaran musuh maka unta Adhba' itu akan disembelihnya. Kemudian mereka pergi mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan kejadian tersebut kepadanya."Subhanallah" seru Rasulullah mendengar cerita itu, "Buruk sekali balasannya kepada unta yang telah menyelamatkannya! Ia telah bernadzar kepada Allah, apabila ia selamat dari kejaran musuh, maka ia akan menyembelih unta tersebut. Ketahuilah, tidak berlaku suatu nadzar karena maksiat dan tidak berlaku suatu nadzar pada sesuatu yang tidak memiliki seorang hamba (bukan miliknya" {Muslim: 5/78}