2/2/17

Larangan Bernadzar, dan Bahwasanya Nadzar Tidak Dapat Menolak Sesuatu

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ النَّذْرِ وَقَالَ إِنَّهُ لَا يَأْتِي بِخَيْرٍ وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنْ الْبَخِيلِ
Dari Ibnu Umar RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Sesungguhnya nadzar itu tidak
mendahulukan dan mengakhirkan sesuatu. Akan tetapi dengan nadzar itu, maka sesuatu dapat dikeluarkan dari orang yang bakhil." {Muslim: 5/77}
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ النَّذْرَ لَا يُقَرِّبُ مِنْ ابْنِ آدَمَ شَيْئًا لَمْ يَكُنْ اللَّهُ قَدَّرَهُ لَهُ وَلَكِنْ النَّذْرُ يُوَافِقُ الْقَدَرَ فَيُخْرَجُ بِذَلِكَ مِنْ الْبَخِيلِ مَا لَمْ يَكُنْ الْبَخِيلُ يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَ
Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Sebenarnya nadzar tidak mendekatkan manusia kepada sesuatu yang tidak ditakdirkan Allah kepadanya. Tetapi nadzar sesuai dengan takdir. Jadi dengan nadzar akan dikeluarkan dari orang yang bakhil sesuatu yang tidak ingin dikeluarkan olehnya" {Muslim: 5/77-78}