2/22/17

Terhindarnya Nabi Muhammad dari Orang yang Hendak Membunuhnya

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَةً قِبَلَ نَجْدٍ فَأَدْرَكَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَادٍ كَثِيرِ الْعِضَاهِ فَنَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَحْتَ شَجَرَةٍ فَعَلَّقَ سَيْفَهُ بِغُصْنٍ مِنْ أَغْصَانِهَا قَالَ وَتَفَرَّقَ النَّاسُ فِي الْوَادِي يَسْتَظِلُّونَ بِالشَّجَرِ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَجُلًا أَتَانِي وَأَنَا نَائِمٌ فَأَخَذَ السَّيْفَ فَاسْتَيْقَظْتُ وَهُوَ قَائِمٌ عَلَى رَأْسِي فَلَمْ أَشْعُرْ إِلَّا وَالسَّيْفُ صَلْتًا فِي يَدِهِ فَقَالَ لِي مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي قَالَ قُلْتُ اللَّهُ ثُمَّ قَالَ فِي الثَّانِيَةِ مَنْ يَمْنَعُكَ مِنِّي قَالَ قُلْتُ اللَّهُ قَالَ فَشَامَ السَّيْفَ فَهَا هُوَ ذَا جَالِسٌ ثُمَّ لَمْ يَعْرِضْ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, "Kami pernah menyertai Rasulullah SAW dalam suatu
pertempuran di sekitar Najd. Kami melihat Rasulullah SAW di suatu lembah yang banyak pepohonan besar dan berduri. Kemudian Rasulullah SAW berhenti di bawah sebuah pohon. Lalu beliau gantung pedang beliau di salah satu cabang pohon tersebut. Jabir berkata, "Pada saat itu, para sahabat pergi berpencar di lembah itu untuk bernaung di bawah pohon-pohon yang rindang." Kemudian Rasulullah bersabda, "Tadi ketika aku sedang tidur di bawah pohon, ada seorang laki-laki yang mendatangiku seraya mengambil pedangku. Tak lama kemudian, aku pun terjaga dari tidur, sedangkan dia telah berdiri di atas kepalaku. Aku telah mengetahui bahwasanya ia telah siap dengan pedang di tangannya. Dia berkata, "Hai Muhammad, siapakah yang dapat menghalangiku untuk membunuhmu?" Dengan tegas aku menjawab, "Allah." Ia bertanya lagi, "Siapakah yang dapat mengahalangiku untuk membunuhmu?" Aku menjawab, "Allah." Akhirnya orang tersebut menyarungkan kembali pedangku itu dan inilah orangnya sedang duduk." Ternyata Rasulullah tidak menyerang sama sekali untuk membalasnya. {Muslim 7/62}