2/2/17

Riba dalam Jual Beli Secara Langsung

عن عَطَاء بْن أَبِي رَبَاحٍ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ لَقِيَ ابْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ لَهُ أَرَأَيْتَ قَوْلَكَ فِي الصَّرْفِ أَشَيْئًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْ شَيْئًا وَجَدْتَهُ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كَلَّا لَا أَقُولُ أَمَّا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْتُمْ أَعْلَمُ بِهِ وَأَمَّا كِتَابُ اللَّهِ فَلَا أَعْلَمُهُ وَلَكِنْ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا إِنَّمَا الرِّبَا فِي النَّسِيئَةِ
Dari Atha bin Abu Rabah, bahwa Abu Said Al Khudri pernah bertemu Ibnu Abbas seraya bertanya
kepadanya, "Bagaimana menurut pendapatmu tentang masalah tukar-menukar emas? apakah kamu pernah mendengar keterangannya langsung dari Rasulullah ataupun kamu pernah mendapatkannya dalam Al Qur'an?" Kemudian Ibnu Abbas menjawab, "Sebenarnya saya belum pernah mengemukakan pendapat saya tentang hal itu. Sedangkan mengenai keterangan dari Rasulullah, tentu kamu lebih tahu dari pada saya, begitu pula dengan penjelasan dari Al Quran. Saya tidak mengetahui banyak tentang hal itu. Akan tetapi, yang saya ketahui adalah bahwa Usamah bin Zaid pernah bercerita kepada saya bahwa Rasulullah telah bersabda, 'Ingatlah, sesungguhnya riba hanya ada dalam penundaan pembayaran.'" {Muslim: 5/50}
عَنْ أَبِي نَضْرَةَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ وَابْنَ عَبَّاسٍ عَنْ الصَّرْفِ فَلَمْ يَرَيَا بِهِ بَأْسًا فَإِنِّي لَقَاعِدٌ عِنْدَ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ فَسَأَلْتُهُ عَنْ الصَّرْفِ فَقَالَ مَا زَادَ فَهُوَ رِبًا فَأَنْكَرْتُ ذَلِكَ لِقَوْلِهِمَا فَقَالَ لَا أُحَدِّثُكَ إِلَّا مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَهُ صَاحِبُ نَخْلِهِ بِصَاعٍ مِنْ تَمْرٍ طَيِّبٍ وَكَانَ تَمْرُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا اللَّوْنَ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّى لَكَ هَذَا قَالَ انْطَلَقْتُ بِصَاعَيْنِ فَاشْتَرَيْتُ بِهِ هَذَا الصَّاعَ فَإِنَّ سِعْرَ هَذَا فِي السُّوقِ كَذَا وَسِعْرَ هَذَا كَذَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيْلَكَ أَرْبَيْتَ إِذَا أَرَدْتَ ذَلِكَ فَبِعْ تَمْرَكَ بِسِلْعَةٍ ثُمَّ اشْتَرِ بِسِلْعَتِكَ أَيَّ تَمْرٍ شِئْتَ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ فَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ أَحَقُّ أَنْ يَكُونَ رِبًا أَمْ الْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ قَالَ فَأَتَيْتُ ابْنَ عُمَرَ بَعْدُ فَنَهَانِي وَلَمْ آتِ ابْنَ عَبَّاسٍ قَالَ فَحَدَّثَنِي أَبُو الصَّهْبَاءِ أَنَّهُ سَأَلَ ابْنَ عَبَّاسٍ عَنْهُ بِمَكَّةَ فَكَرِهَهُ
Dari Abu Nadhrah, bahwa ia berkata, "Saya pernah bertanya kepada Ibnu Umar dan Ibnu Abbas tentang tukar-menukar emas yang sama beratnya, maka keduanya berpendapat bahwa hal itu tidak dilarang. Kemudian saya berbincang-bincang dengan Abu Said Al Khudri, dan menanyakan kepadanya tentang hukum tukar-menukar emas seperti di atas. Abu Said menjawab, 'Tambahannya adalah riba.' Lalu saya mendebat pendapatnya itu dengan berlandaskan kepada pendapat Ibnu Umar dan Ibnu Abbas. Kemudian, Abu Said pun berkata kepadaku, 'Ketahuilah olehmu hai Abu Nadhrah, sebenarnya saya tidak mengatakan kepadamu melainkan apa yang pernah saya dengar langsung dari Rasulullah. Pernah pada suatu ketika seorang pemilik kebun kurma datang kepada beliau sambil membawakan oleh-oleh untuknya satu sha' kurma yang bagus, sedangkan kurma beliau sendiri berada di bawah kualitas kurma itu. Kemudian Rasulullah bertanya, "Dari mana kamu memperoleh kurma ini?" Pemilik kebun itu menjawab, "Pada awalnya saya membawa dua sha' kurma. Setelah itu saya tukar satu sha' kurma tersebut dengan dua sha' kurma yang saya miliki, karena harga kurma yang bagus ini di pasaran adalah sekian dan kurma yang jelek ini harganya sekian." Maka Rasulullah SAW langsung berkata kepadanya, "Celakalah kamu! Kamu telah melakukan riba. Apabila kamu menginginkan kurma yang baik ini, maka juallah kurmamu dengan barang lain sebagai bayarannya. Kemudian dengan barang itu barulah kamu membeli kurma apa saja yang kamu sukai".' Abu Said bertanya, 'Manakah yang lebih layak terdapat riba di dalamnya, kurma dengan kurma atau perak dengan perak?'." Abu Nadhrah berkata, "Setelah itu saya mendatangi Ibnu Umar, maka dia melarang saya (untuk melakukan tukar menukar seperti di atas). Akan tetapi saya tidak mendatangi Ibnu Abbas" Dia berkata, "Abu Shahba' menceritakan kepadanya, bahwa dia telah bertanya kepada lbnu Abbas tentang hal tersebut di Makkah, dan dia tidak menyukainya." (Muslim 5/49)