2/23/17

Rasulullah Mencari Waktu yang Tepat untuk Menyampaikan Pelajaran/Nasihat

عَنْ شَقِيقٍ أَبِي وَائِلٍ قَالَ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ يُذَكِّرُنَا كُلَّ يَوْمِ خَمِيسٍ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّا نُحِبُّ حَدِيثَكَ وَنَشْتَهِيهِ وَلَوَدِدْنَا أَنَّكَ حَدَّثْتَنَا كُلَّ يَوْمٍ فَقَالَ مَا يَمْنَعُنِي أَنْ أُحَدِّثَكُمْ إِلَّا كَرَاهِيَةُ أَنْ أُمِلَّكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَخَوَّلُنَا بِالْمَوْعِظَةِ فِي الْأَيَّامِ كَرَاهِيَةَ السَّآمَةِ عَلَيْنَا
Dari Syaqiq Abu Wail, dia berkata, "Abdullah biasanya memberikan nasihat, pelajaran dan
pengajian kepada kami setiap hari Kamis. Lalu ada seorang laki-laki berkata kepadanya, "Hai Abu Abdurrahman, sungguh kami senang dengan pengajianmu ini. Oleh karena itu, kami ingin agar kamu memberikan pengajian ini setiap hari." Abdullah berkata, "Sebenarnya, tidak ada yang menghalangi saya untuk memberikan pengajian kepada kalian setiap hari. Akan tetapi, saya khawatir hal itu akan membosankan kalian. Rasulullah sendiri biasanya mencari hari-hari yang tepat untuk menyampaikan mauizhahnya (taklim). Hal itu disebabkan beliau tidak ingin membuat kami bosan." {Muslim 8/142}