2/6/17

Orang Yang Diundang Ke Jamuan Lalu Mengajak Orang Lain (temannya)

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ كَانَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو شُعَيْبٍ وَكَانَ لَهُ غُلَامٌ لَحَّامٌ فَرَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَرَفَ فِي وَجْهِهِ الْجُوعَ فَقَالَ لِغُلَامِهِ وَيْحَكَ اصْنَعْ لَنَا طَعَامًا لِخَمْسَةِ نَفَرٍ فَإِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَدْعُوَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ قَالَ فَصَنَعَ ثُمَّ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَاهُ خَامِسَ خَمْسَةٍ وَاتَّبَعَهُمْ رَجُلٌ فَلَمَّا بَلَغَ الْبَابَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ هَذَا اتَّبَعَنَا فَإِنْ شِئْتَ أَنْ تَأْذَنَ لَهُ وَإِنْ شِئْتَ رَجَعَ قَالَ لَا بَلْ آذَنُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ
Dari Abu Mas'ud Al Anshari RA, dia berkata, "Dulu, ada seorang lelaki Anshar yang bernama Abu
Syu'aib. Ia mempunyai seorang pembantu yang menjual daging. Pada suatu hari, ia melihat Rasulullah SAW terlihat lapar. Maka ia berkata kepada pembantunya, 'Buatkanlah makanan untuk lima orang. Karena, aku ingin mengundang Nabi Muhammad SAW sebagai orang kelima dari kelima orang tersebut.' Lalu pembantunya itu pun langsung melaksanakan perintah majikannya tersebut. Setelah hidangan sudah siap, maka Abu Syua'ib datang kepada Rasulullah SAW untuk mengundang beliau ke rumahnya sebagai salah satu dari lima orang yang diundang dalam hajatannya tersebut. Tak berapa lama kemudian, ternyata ada satu orang lagi yang ikut datang bersama lima orang undangan resmi. Ketika sampai di depan pintu, Rasulullah SAW berkata, "Orang ini ikut pergi bersama kami. Oleh karena itu, terserah kepadamu, apakah kamu mempersilahkannya untuk masuk atau ia harus kembali lagi?" Abu Syua'ib menjawab, "Tidak. Saya pasti akan mempersilahkannya untuk masuk ya Rasulullah!' {Muslim 6/115}