2/5/17

Orang yang Berjuang ke Medan Perang Adalah sebagai Utusan dan Wakil bagi Orang yang Tidak Ikut Berperang

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ إِلَى بَنِي لَحْيَانَ لِيَخْرُجْ مِنْ كُلِّ رَجُلَيْنِ رَجُلٌ ثُمَّ قَالَ لِلْقَاعِدِ أَيُّكُمْ خَلَفَ الْخَارِجَ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ بِخَيْرٍ كَانَ لَهُ مِثْلُ نِصْفِ أَجْرِ الْخَارِجِ
Dari Abu Said Al Khudri RA, bahwa Rasulullah SAW pernah mengirim Hassan kepada Bani
Lahyan agar setiap keluarga yang mempunyai dua orang lelaki berangkat satu orang (untuk berjuang). Sedangkan bagi orang yang tidak ikut perang, beliau berpesan, "Barang siapa dapat menjaga dan memelihara keluarga serta harta benda orang yang berangkat ke medan perang dengan baik, maka ia akan mendapat separuh pahala orang yang berangkat ke medan perang." {Muslim 6/42}