2/2/17

Musaaqah dan Penggunaan Tanah dengan Imbalan Sebagian Penghasilan Berupa Buah dan Tanaman

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ أَعْطَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ بِشَطْرِ مَا يَخْرُجُ مِنْ ثَمَرٍ أَوْ زَرْعٍ فَكَانَ يُعْطِي أَزْوَاجَهُ كُلَّ سَنَةٍ مِائَةَ وَسْقٍ ثَمَانِينَ وَسْقًا مِنْ تَمْرٍ وَعِشْرِينَ وَسْقًا مِنْ شَعِيرٍ فَلَمَّا وَلِيَ عُمَرُ قَسَمَ خَيْبَرَ خَيَّرَ أَزْوَاجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُقْطِعَ لَهُنَّ الْأَرْضَ وَالْمَاءَ أَوْ يَضْمَنَ لَهُنَّ الْأَوْسَاقَ كُلَّ عَامٍ فَاخْتَلَفْنَ فَمِنْهُنَّ مَنْ اخْتَارَ الْأَرْضَ وَالْمَاءَ وَمِنْهُنَّ مَنْ اخْتَارَ الْأَوْسَاقَ كُلَّ عَامٍ فَكَانَتْ عَائِشَةُ وَحَفْصَةُ مِمَّنْ اخْتَارَتَا الْأَرْضَ وَالْمَاءَ
Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah memberikan separuh hasil panen berupa
buah dan tanaman kepada penduduk Khaibar. Kemudian beliau memberikan istri-istrinya setiap tahun seratus wasaq, yaitu delapan puluh wasaq berupa kurma kering dan dua puluh wasaq lagi berupa jelai. Ketika Umar bin Khaththab memegang tampuk kekuasaan, ia juga membagi tanah Khaibar. Setelah itu ia mempersilakan istri-istri Rasulullah SAW untuk memilih antara diberi bagian tanah dan air atau diteruskannya pembagian beberapa wasaq setiap tahun. Akhirnya para istri Rasulullah berbeda dalam pemilihan. Di antara mereka ada yang memilih tanah dan air, ada pula yang memilih mendapat bagian beberapa wasaq setiap tahunnya. Sementara Aisyah dan Hafshah termasuk orang yang memilih tanah dan air." {Muslim: 5/26}