2/2/17

Memberikan Tanah

عَنْ طَاوُسٍ أَنَّهُ كَانَ يُخَابِرُ قَالَ عَمْرٌو فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ لَوْ تَرَكْتَ هَذِهِ الْمُخَابَرَةَ فَإِنَّهُمْ يَزْعُمُونَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُخَابَرَةِ فَقَالَ أَيْ عَمْرُو أَخْبَرَنِي أَعْلَمُهُمْ بِذَلِكَ يَعْنِي ابْنَ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَنْهَ عَنْهَا إِنَّمَا قَالَ يَمْنَحُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَأْخُذَ عَلَيْهَا خَرْجًا مَعْلُومًا
Dari Thawus, bahwa ia sudah terbiasa melakukan mukhaabarah. Amr berkata, "Saya berkata kepada
Thawus, 'Hai Abu Abdurahman, alangkah baiknya jika kamu meninggalkan praktek mukhaabarah ini, karena para sahabat beranggapan bahwa Rasulullah SAW melarang mukhaabarah'. Thawus menjawab, 'Hai Amr, sebenarnya ada sahabat Nabi yang lebih tahu mengenai hal itu daripada para sahabat yang lain, yaitu Ibnu Abbas. Dia memberitahukan kepada saya bahwa Rasulullah SAW tidak melarang mukhaabarah (mengolah tanah milik orang lain dengan imbalan dari sebagian hasilnya, ed). Beliau SAW hanya bersabda, "Seseorang yang memberikan tanah kepada saudaranya itu lebih baik baginya daripada ia memungut hasil panen yang tertentu sebagai imbalan atas tanah tersebut" ?" (Muslim: 5/ 25)