2/6/17

Menolak Perintah para Pemimpin dan Tidak Memerangi Mereka Selama Mereka Melaksanakan Shalat

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّهُ يُسْتَعْمَلُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ فَتَعْرِفُونَ وَتُنْكِرُونَ فَمَنْ كَرِهَ فَقَدْ بَرِئَ وَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ سَلِمَ وَلَكِنْ مَنْ رَضِيَ وَتَابَعَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نُقَاتِلُهُمْ قَالَ لَا مَا صَلَّوْا أَيْ مَنْ كَرِهَ بِقَلْبِهِ وَأَنْكَرَ بِقَلْبِهِ
Dari Ummu Salamah RA, istri Rasulullah SAW, bahwasanya Rasulullah telah bersabda,
"Sesungguhnya ada beberapa pemimpin yang akan ditugaskan untuk memimpinmu. Tetapi kamu tidak menyukai mereka dan bahkan mengingkari perintahnya. Barang siapa yang tidak menyukainya, maka ia akan terbebas dari dosa. Barang siapa yang mengingkarinya, maka ia akan selamat, kecuali orang yang rela dan mau mengikutinya" Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bolehkah kami memerangi pemimpin-pemimpin seperti itu?" Rasulullah SAW menjawab, "Tidak boleh, selama mereka masih tetap melaksanakan shalat" (Maksudnya, barang siapa yang membenci dengan hatinya, maka ia boleh mengingkari dengan hatinya pula). {Muslim 6/23}