2/2/17

Menjual Unta dan Mengecualikan Muatannya

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَلَاحَقَ بِي وَتَحْتِي نَاضِحٌ لِي قَدْ أَعْيَا وَلَا يَكَادُ يَسِيرُ قَالَ فَقَالَ لِي مَا لِبَعِيرِكَ قَالَ قُلْتُ عَلِيلٌ قَالَ فَتَخَلَّفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَزَجَرَهُ وَدَعَا لَهُ فَمَا زَالَ بَيْنَ يَدَيْ الْإِبِلِ قُدَّامَهَا يَسِيرُ قَالَ فَقَالَ لِي كَيْفَ تَرَى بَعِيرَكَ قَالَ قُلْتُ بِخَيْرٍ قَدْ أَصَابَتْهُ بَرَكَتُكَ قَالَ أَفَتَبِيعُنِيهِ فَاسْتَحْيَيْتُ وَلَمْ يَكُنْ لَنَا نَاضِحٌ غَيْرُهُ قَالَ فَقُلْتُ نَعَمْ فَبِعْتُهُ إِيَّاهُ عَلَى أَنَّ لِي فَقَارَ ظَهْرِهِ حَتَّى أَبْلُغَ الْمَدِينَةَ قَالَ فَقُلْتُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي عَرُوسٌ فَاسْتَأْذَنْتُهُ فَأَذِنَ لِي فَتَقَدَّمْتُ النَّاسَ إِلَى الْمَدِينَةِ حَتَّى انْتَهَيْتُ فَلَقِيَنِي خَالِي فَسَأَلَنِي عَنْ الْبَعِيرِ فَأَخْبَرْتُهُ بِمَا صَنَعْتُ فِيهِ فَلَامَنِي فِيهِ قَالَ وَقَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِي حِينَ اسْتَأْذَنْتُهُ مَا تَزَوَّجْتَ أَبِكْرًا أَمْ ثَيِّبًا فَقُلْتُ لَهُ تَزَوَّجْتُ ثَيِّبًا قَالَ أَفَلَا تَزَوَّجْتَ بِكْرًا تُلَاعِبُكَ وَتُلَاعِبُهَا فَقُلْتُ لَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ تُوُفِّيَ وَالِدِي أَوْ اسْتُشْهِدَ وَلِي أَخَوَاتٌ صِغَارٌ فَكَرِهْتُ أَنْ أَتَزَوَّجَ إِلَيْهِنَّ مِثْلَهُنَّ فَلَا تُؤَدِّبُهُنَّ وَلَا تَقُومُ عَلَيْهِنَّ فَتَزَوَّجْتُ ثَيِّبًا لِتَقُومَ عَلَيْهِنَّ وَتُؤَدِّبَهُنَّ قَالَ فَلَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ غَدَوْتُ إِلَيْهِ بِالْبَعِيرِ فَأَعْطَانِي ثَمَنَهُ وَرَدَّهُ عَلَيَّ

Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, '"Dulu saya pernah berperang bersama Rasulullah SAW, kemudian beliau menemui saya, sedangkan saya tengah mengendarai unta saya yang lelah dan hampir tidak mampu berjalan. Setelah itu beliau bertanya kepada saya, 'Ada apa dengan untamu hai Jabir?' Saya pun langsung menjawab, 'Unta saya sedang sakit ya Rasulullah.' Kemudian beliau mundur ke belakang, lalu menghentak dan mendoakan unta saya. Setelah itu unta saya selalu berjalan di depan, dan Nabi SAW bertanya lagi, 'Bagaimana kamu melihat untamu sekarang, wahai Jabir?' Saya menjawab, 'Wah, sekarang unta saya terlihat sehat dan kuat kembali, berkat doa engkau, ya Rasulullah!' Lalu, beliau bertanya lagi kepadaku, 'Maukah kamu menjual untamu itu kepadaku, wahai Jabir?' Sebenarnya saya merasa sungkan dan malu mendengar pertanyaan Rasulullah itu, karena saya tidak mempunyai kendaraan selain unta tersebut. Tetapi akhirnya saya pun menjawab, 'Baiklah Rasulullah!' Namun saya menjual unta tersebut kepada beliau dengan syarat saya boleh mengendarainya hingga sampai ke kota Madinah. Setelah itu saya berkata kepada beliau, "Ya Rasulullah, sebenarnya saya pengantin baru. Oleh karena itu, saya minta izin kepada engkau untuk pulang terlebih dahulu.' Ternyata Rasulullah memberikan izin kepada saya, maka saya pun mendahului para sahabat untuk pulang ke Madinah. Sesampainya di rumah, paman saya langsung menemui saya seraya menanyakan unta kepunyaan saya. Lalu saya menceritakan kepadanya tentang apa yang telah terjadi. Ternyata ia marah dan mencela tindakan saya tersebut." Jabir berkata, "Pada saat saya meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk pulang terlebih dahulu — karena saya masih berstatus pengantin baru — maka beliau bertanya kepada saya, 'Wahai Jabir, siapakah yang kamu nikahi. gadis atau janda? Saya menjawab, 'Saya menikahi seorang janda ya Rasulullah.' Beliau melanjutkan pertanyaannya. 'Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis saja, sehingga ia dapat mengajakmu bercanda dan kamu pun dapat bercanda dengannya? Saya menjawab, 'Ya Rasulullah, bapak saya telah meninggal dunia, sedangkan saya mempunyai beberapa orang saudara perempuan yang masih kecil. Kalau seandainya saya menikah dengan seorang wanita yang seumur dengan mereka, adik-adik perempuan saya, saya khawatir ia tidak dapat mendidik atau mengayomi mereka. Oleh karena itu, saya menikah dengan seorang janda agar ia dapat mengayomi dan mendidik mereka, adik-adik perempuan saya.' Ketika Rasulullah SAW sampai di Madinah, maka saya langsung pergi menemui beliau dengan membawa unta. Kemudian beliau membayarnya dan mengembalikan unta itu kepada saya." {Muslim 5/35}