2/21/17

Mengizinkan Isteri Keluar Untuk Buang Hajat

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ خَرَجَتْ سَوْدَةُ بَعْدَ مَا ضُرِبَ عَلَيْهَا الْحِجَابُ لِتَقْضِيَ حَاجَتَهَا وَكَانَتْ امْرَأَةً جَسِيمَةً تَفْرَعُ النِّسَاءَ جِسْمًا لَا تَخْفَى عَلَى مَنْ يَعْرِفُهَا فَرَآهَا عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ يَا سَوْدَةُ وَاللَّهِ مَا تَخْفَيْنَ عَلَيْنَا فَانْظُرِي كَيْفَ تَخْرُجِينَ قَالَتْ فَانْكَفَأَتْ رَاجِعَةً وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِي وَإِنَّهُ لَيَتَعَشَّى وَفِي يَدِهِ عَرْقٌ فَدَخَلَتْ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي خَرَجْتُ فَقَالَ لِي عُمَرُ كَذَا وَكَذَا قَالَتْ فَأُوحِيَ إِلَيْهِ ثُمَّ رُفِعَ عَنْهُ وَإِنَّ الْعَرْقَ فِي يَدِهِ مَا وَضَعَهُ فَقَالَ إِنَّهُ قَدْ أُذِنَ لَكُنَّ أَنْ تَخْرُجْنَ لِحَاجَتِكُنَّ
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Pada suatu malam Saudah bin Zam'ah, istri Rasulullah SAW, keluar
untuk buang hajat di tanah lapang. Saudah adalah seorang wanita besar yang tingginya melebihi rata-rata wanita Arab, hingga orang-orang yang melihatnya tidak akan sulit untuk mengenalinya. Kebetulan Umar bin Khaththab melihatnya dan berkata, "Hai Saudah, demi Allah saya bisa mengenalimu. Oleh karena itu, janganlah kamu keluar rumah." Aisyah berkata, "Setelah itu Saudah berbalik pulang ke rumah. Pada saat itu Rasulullah SAW sedang makan malam dengan sepotong daging di tangannya. Lalu Saudah masuk ke dalam rumah seraya berkata, "Ya Rasulullah, saya tadi keluar rumah untuk buang hajat. Tetapi Umar berkata kepada saya begini dan begitu." Aisyah berkata, "Tak lama kemudian Rasulullah pun menerima wahyu. Setelah menerima wahyu — sementara sepotong daging masih beliau pegang— beliau pun bersabda, "Sesungguhnya kalian {para istriku} diperbolehkan keluar rumah untuk buang hajat." {Muslim 7/6}