2/6/17

Membebaskan Tawanan dan Memberikan Sesuatu Kepadanya

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ قال: بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْلًا قِبَلَ نَجْدٍ فَجَاءَتْ بِرَجُلٍ مِنْ بَنِي حَنِيفَةَ يُقَالُ لَهُ ثُمَامَةُ بْنُ أُثَالٍ سَيِّدُ أَهْلِ الْيَمَامَةِ فَرَبَطُوهُ بِسَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ فَخَرَجَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَاذَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ فَقَالَ عِنْدِي يَا مُحَمَّدُ خَيْرٌ إِنْ تَقْتُلْ تَقْتُلْ ذَا دَمٍ وَإِنْ تُنْعِمْ تُنْعِمْ عَلَى شَاكِرٍ وَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ الْمَالَ فَسَلْ تُعْطَ مِنْهُ مَا شِئْتَ فَتَرَكَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ بَعْدَ الْغَدِ فَقَالَ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ قَالَ مَا قُلْتُ لَكَ إِنْ تُنْعِمْ تُنْعِمْ عَلَى شَاكِرٍ وَإِنْ تَقْتُلْ تَقْتُلْ ذَا دَمٍ وَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ الْمَالَ فَسَلْ تُعْطَ مِنْهُ مَا شِئْتَ فَتَرَكَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى كَانَ مِنْ الْغَدِ فَقَالَ مَاذَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ فَقَالَ عِنْدِي مَا قُلْتُ لَكَ إِنْ تُنْعِمْ تُنْعِمْ عَلَى شَاكِرٍ وَإِنْ تَقْتُلْ تَقْتُلْ ذَا دَمٍ وَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ الْمَالَ فَسَلْ تُعْطَ مِنْهُ مَا شِئْتَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَطْلِقُوا ثُمَامَةَ فَانْطَلَقَ إِلَى نَخْلٍ قَرِيبٍ مِنْ الْمَسْجِدِ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا مُحَمَّدُ وَاللَّهِ مَا كَانَ عَلَى الْأَرْضِ وَجْهٌ أَبْغَضَ إِلَيَّ مِنْ وَجْهِكَ فَقَدْ أَصْبَحَ وَجْهُكَ أَحَبَّ الْوُجُوهِ كُلِّهَا إِلَيَّ وَاللَّهِ مَا كَانَ مِنْ دِينٍ أَبْغَضَ إِلَيَّ مِنْ دِينِكَ فَأَصْبَحَ دِينُكَ أَحَبَّ الدِّينِ كُلِّهِ إِلَيَّ وَاللَّهِ مَا كَانَ مِنْ بَلَدٍ أَبْغَضَ إِلَيَّ مِنْ بَلَدِكَ فَأَصْبَحَ بَلَدُكَ أَحَبَّ الْبِلَادِ كُلِّهَا إِلَيَّ وَإِنَّ خَيْلَكَ أَخَذَتْنِي وَأَنَا أُرِيدُ الْعُمْرَةَ فَمَاذَا تَرَى فَبَشَّرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَمِرَ فَلَمَّا قَدِمَ مَكَّةَ قَالَ لَهُ قَائِلٌ أَصَبَوْتَ فَقَالَ لَا وَلَكِنِّي أَسْلَمْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا وَاللَّهِ لَا يَأْتِيكُمْ مِنْ الْيَمَامَةِ حَبَّةُ حِنْطَةٍ حَتَّى يَأْذَنَ فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah mengirim pasukan berkuda ke wilayah
Najed. Ketika kembali ke Madinah, mereka berhasil menawan seorang lelaki dari Bani Hanifah yang bernama Tsumamah bin Utsal, pemimpin penduduk Yamamah. Setelah itu mereka pun mengikat lelaki tersebut pada salah satu tiang masjid." Suatu ketika Rasulullah SAW datang menemui tawanan itu sambil bertanya, "Bagaimana keadaanmu hai Tsumamah?" Lelaki tawanan itu menjawab, "Aku baik-baik saja ya Muhammad. Apabila kamu ingin membunuh seseorang, maka bunuhlah orang yang memang pantas dibunuh. Apabila kamu ingin memberikan suatu kenikmatan, maka berikanlah kenikmatan itu kepada orang yang mau bersyukur. Apabila kamu meminta harta, maka akan aku beri berapa saja yang kamu mau!" Lalu Rasulullah pergi meninggalkannya tanpa memberikan komentar sedikitpun atas ucapannya. Keesokan harinya Rasulullah SAW menemui tawanan itu lagi seraya bertanya, "Bagaimana keadaanmu hai Tsumamah?" Tawanan lelaki itu menjawab, "Aku tidak ingin berbicara kepadamu hai Muhammad. Apabila kamu ingin memberikan suatu kenikmatan, maka berikanlah kenikmatan tersebut kepada orang yang mau berterima kasih. Apabila kamu ingin membunuh seseorang, maka bunuhlah orang yang memang pantas dibunuh. Apabila kamu menghendaki harta benda, maka mintalah berapa saja yang kamu inginkan, niscaya akan aku berikan kepadamu!" Seperti kemarin, Rasulullah pun meninggalkannya tanpa memberi komentar sedikitpun atas ucapannya itu. Hari berikutnya Rasulullah SAW datang menemuinya dan berkata, "Bagaimana keadaanmu hai Tsumamah?" Seperti biasa, lelaki tawanan itu berkata, "Seperti yang telah aku katakan kepadamu hai Muhammad, apabila kamu ingin memberikan suatu kenikmatan, maka berikanlah kenikmatan itu kepada orang yang mau berterima kasih. Apabila kamu ingin membunuh, maka bunuhlah orang yang memang pantas dibunuh. Apabila kamu menginginkan harta benda, maka mintalah berapa yang kamu inginkan, niscaya akan aku berikan!" Mendengar jawaban lelaki tawanan itu, Rasulullah SAW bersabda, "Bebaskanlah Tsumamah." Lalu para sahabat langsung mematuhi perintah Rasulullah SAW dan membebaskan Tsumamah bin Utsal. Setelah bebas dari tawanan kaum muslimin, maka Tsumamah langsung pergi menuju pohon kurma dekat masjid. Di sana ia mandi sambil membersihkan dirinya. Tak lama kemudian ia masuk ke dalam masjid seraya berkata, "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Muhammad, pada awalnya tidak ada wajah yang paling aku benci di muka bumi ini selain wajahmu. Tetapi kini, hanya wajahmulah yang paling aku sukai di antara wajah-wajah yang pernah aku temui. Demi Allah, pada awalnya tidak ada agama yang paling aku benci di muka bumi ini selain agamamu. Tetapi kini, hanya agamamulah yang paling aku sukai di antara agama-agama lain yang pernah aku kenal. Demi Allah, pada awalnya tidak ada negeri yang paling aku benci di muka bumi ini selain negerimu. Tetapi kini, hanya negerimulah yang paling aku cintai di antara negeri-negeri lain yang pernah aku kunjungi. Ya Muhammad, sebenarnya aku ingin pergi ke kota suci Makkah untuk melakukan umrah, tetapi pasukan berkudamu telah menangkapku. Bagaimanakah hal ini menurutmu?" Rasulullah SAW lalu menyampaikan berita gembira kepada Tsumamah, bahwa ia boleh melakukan ibadah umrah kali ini. Sesampainya di kota Makkah, ada seseorang yang bertanya kepadanya, "Hai Tsumamah, apakah engkau telah keluar dari agama engkau?" Tsumamah bin Utsal menjawab, "Tidak. Tetapi aku telah masuk Islam dengan Rasulullah SAW. Demi Allah, tidak akan ada sebutir biji gandum pun dari Yamamah yang akan sampai kepadamu sebelum mendapat izin Rasulullah SAW." {Muslim 5/158}