2/6/17

Larangan Minuman Keras (Khamer)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أن النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ
Dari Ibnu Umar RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, "Setiap yang memabukkan itu adalah minum keras dan setiap minuman keras itu adalah haram." {Muslim 6/101}
عن عَلِيّ قَالَ: كَانَتْ لِي شَارِفٌ مِنْ نَصِيبِي مِنْ الْمَغْنَمِ يَوْمَ بَدْرٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْطَانِي شَارِفًا مِنْ الْخُمُسِ يَوْمَئِذٍ فَلَمَّا أَرَدْتُ أَنْ أَبْتَنِيَ بِفَاطِمَةَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاعَدْتُ رَجُلًا صَوَّاغًا مِنْ بَنِي قَيْنُقَاعَ يَرْتَحِلُ مَعِيَ فَنَأْتِي بِإِذْخِرٍ أَرَدْتُ أَنْ أَبِيعَهُ مِنْ الصَّوَّاغِينَ فَأَسْتَعِينَ بِهِ فِي وَلِيمَةِ عُرْسِي فَبَيْنَا أَنَا أَجْمَعُ لِشَارِفَيَّ مَتَاعًا مِنْ الْأَقْتَابِ وَالْغَرَائِرِ وَالْحِبَالِ وَشَارِفَايَ مُنَاخَانِ إِلَى جَنْبِ حُجْرَةِ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ وَجَمَعْتُ حِينَ جَمَعْتُ مَا جَمَعْتُ فَإِذَا شَارِفَايَ قَدْ اجْتُبَّتْ أَسْنِمَتُهُمَا وَبُقِرَتْ خَوَاصِرُهُمَا وَأُخِذَ مِنْ أَكْبَادِهِمَا فَلَمْ أَمْلِكْ عَيْنَيَّ حِينَ رَأَيْتُ ذَلِكَ الْمَنْظَرَ مِنْهُمَا قُلْتُ مَنْ فَعَلَ هَذَا قَالُوا فَعَلَهُ حَمْزَةُ بْنُ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ وَهُوَ فِي هَذَا الْبَيْتِ فِي شَرْبٍ مِنْ الْأَنْصَارِ غَنَّتْهُ قَيْنَةٌ وَأَصْحَابَهُ فَقَالَتْ فِي غِنَائِهَا أَلَا يَا حَمْزُ لِلشُّرُفِ النِّوَاءِ فَقَامَ حَمْزَةُ بِالسَّيْفِ فَاجْتَبَّ أَسْنِمَتَهُمَا وَبَقَرَ خَوَاصِرَهُمَا فَأَخَذَ مِنْ أَكْبَادِهِمَا فَقَالَ عَلِيٌّ فَانْطَلَقْتُ حَتَّى أَدْخُلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدَهُ زَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ قَالَ فَعَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي وَجْهِيَ الَّذِي لَقِيتُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَكَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ قَطُّ عَدَا حَمْزَةُ عَلَى نَاقَتَيَّ فَاجْتَبَّ أَسْنِمَتَهُمَا وَبَقَرَ خَوَاصِرَهُمَا وَهَا هُوَ ذَا فِي بَيْتٍ مَعَهُ شَرْبٌ قَالَ فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِرِدَائِهِ فَارْتَدَاهُ ثُمَّ انْطَلَقَ يَمْشِي وَاتَّبَعْتُهُ أَنَا وَزَيْدُ بْنُ حَارِثَةَ حَتَّى جَاءَ الْبَابَ الَّذِي فِيهِ حَمْزَةُ فَاسْتَأْذَنَ فَأَذِنُوا لَهُ فَإِذَا هُمْ شَرْبٌ فَطَفِقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلُومُ حَمْزَةَ فِيمَا فَعَلَ فَإِذَا حَمْزَةُ مُحْمَرَّةٌ عَيْنَاهُ فَنَظَرَ حَمْزَةُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ صَعَّدَ النَّظَرَ إِلَى رُكْبَتَيْهِ ثُمَّ صَعَّدَ النَّظَرَ فَنَظَرَ إِلَى سُرَّتِهِ ثُمَّ صَعَّدَ النَّظَرَ فَنَظَرَ إِلَى وَجْهِهِ فَقَالَ حَمْزَةُ وَهَلْ أَنْتُمْ إِلَّا عَبِيدٌ لِأَبِي فَعَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ ثَمِلٌ فَنَكَصَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عَقِبَيْهِ الْقَهْقَرَى وَخَرَجَ وَخَرَجْنَا مَعَهُ
Dari Ali bin Abu Thalib Karramallahu wajhahu, dia berkata, "Dulu saya pernah memiliki seekor unta dari hasil pembagian harta rampasan perang Badar. Pada hari itu pula Rasulullah SAW memberikan seekor unta dari bagian seperlima. Ketika hendak membina rumah tangga dengan Fatimah, puteri Rasulullah, saya telah mengikat janji dengan seorang tukang emas dari bani Qainuqa' untuk pergi bersama saya sambil membawa idzkhir yang akan saya jual kepada para tukang emas dan uang hasil penjualan itu dapat saya pergunakan untuk penyelenggaraan pesta pernikahan saya. Pada saat mempersiapkan barang-barang bagi keperluan kedua unta tersebut, seperti pelana, karung, dan tali, sementara kedua unta saya terikat di samping rumah seorang sahabat Anshar, ternyata saya mendapati kedua unta saya — setelah mempersiapkan barang-barang yang perlu dipersiapkan — sudah terpotong punuknya, terbelah perutnya, dan telah terambil hatinya. Kedua mata saya tidak tahan melihat pemandangan itu. Lalu saya pun bertanya, 'Siapakah yang melakukan semua ini?' Orang-orang menjawab, "Hamzah bin Abdul Muthallib yang telah melakukan ini. Sekarang ia sedang berada di dalam rumah ini bersama orang-orang Anshar yang suka meminum minuman keras. Ia dan teman-temannya dihibur oleh seorang penyanyi wanita yang dalam salah satu nyanyiannya terselip kata-kata, 'Hai Hamzah, ingatlah pada unta-unta yang montok!' Maka Hamzah pun berdiri dengan membawa pedang terhunus. Lalu ia potong punuk kedua unta tersebut dan ia belah perut keduanya kemudian hati keduanya diambil." Mendengar penjelasan itu, saya pun langsung pergi menemui Rasulullah SAW yang pada saat itu sedang duduk bersama Zaid bin Haritsah. Melihat wajah saya, Rasulullah paham bahwasanya ada suatu peristiwa yang telah terjadi. "Ada apa dengan dirimu ya Ali, "tanya Rasulullah kepada saya. "Ya Rasulullah, 'jawab saya, "Demi Allah, belum pernah seumur hidup saya melihat kejadian seperti hari ini. Hamzah telah menyerang dua unta saya. Ia potong punuknya dan ia belah perutnya. Sekarang, ia masih berada di suatu rumah bersama teman-temannya yang suka minum minuman keras." Kemudian Rasulullah SAW mengambil jubahnya. Setelah mengenakannya, beliau pun berangkat ke rumah yang disebutkan itu dengan berjalan kaki, sementara saya dan Zaid mengikutinya dari belakang. Sesampainya di depan pintu rumah di mana Hamzah berada, Rasulullah SAW meminta izin untuk masuk. Para penghuni rumah itu pun memberinya izin untuk masuk ke dalam rumah. Ternyata mereka adalah para peminum minuman keras. Lalu, Rasulullah SAW mulai mencela Hamzah terhadap apa yang telah diperbuatnya. Pada saat itu, kedua mata Hamzah memerah dan ia mulai memandang Rasulullah SAW. Ia amati Rasulullah mulai dari kedua lutut, naik ke pusar, dan akhirnya ke wajah beliau. Kemudian, Hamzah pun berkata, "Kalian ini semua tidak lain hanyalah para budak bapakku!" Akhirnya, Rasulullah SAW mengetahui bahwasanya Hamzah sedang dalam keadaan mabuk berat. Lalu beliau mundur ke belakang dan akhirnya ke luar. Melihat itu, kami pun pergi keluar mengikuti beliau." {Muslim 6/86-87}