2/6/17

Larangan Merendam Anggur dan Kurma Sekaligus

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى أَنْ يُنْبَذَ التَّمْرُ وَالزَّبِيبُ جَمِيعًا وَنَهَى أَنْ يُنْبَذَ الرُّطَبُ وَالْبُسْرُ جَمِيعًا
Dari Jabir bin Abdullah Al Anshari RA dari Nabi Muhammad SAW bahwasanya beliau melarang kurma dan anggur direndam sekaligus. Selain itu, beliau juga melarang kurma matang dan setengah
matang dimasak sekaligus. {Muslim 6/90}
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَرِبَ النَّبِيذَ مِنْكُمْ فَلْيَشْرَبْهُ زَبِيبًا فَرْدًا أَوْ تَمْرًا فَرْدًا أَوْ بُسْرًا فَرْدًا
Dari Abu Said Al Khudri RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, 'Barang siapa ada di antara kalian yang meminum nahidz (sari anggur), maka hendaklah ia meminunya hanya yang terbuat dari anggur saja, atau kurma matang saja, ataupun kurma setengah matang saja {Muslim 6/90}