2/3/17

Larangan Bersikap Kasihan dalam Masalah Hudud (Hukuman)

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ قُرَيْشًا أَهَمَّهُمْ شَأْنُ الْمَرْأَةِ الَّتِي سَرَقَتْ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ الْفَتْحِ فَقَالُوا مَنْ يُكَلِّمُ فِيهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا وَمَنْ يَجْتَرِئُ عَلَيْهِ إِلَّا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ حِبُّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأُتِيَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَلَّمَهُ فِيهَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَتَلَوَّنَ وَجْهُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَشْفَعُ فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ فَقَالَ لَهُ أُسَامَةُ اسْتَغْفِرْ لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَمَّا كَانَ الْعَشِيُّ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاخْتَطَبَ فَأَثْنَى عَلَى اللَّهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ ثُمَّ قَالَ أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمْ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الْحَدَّ وَإِنِّي وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا ثُمَّ أَمَرَ بِتِلْكَ الْمَرْأَةِ الَّتِي سَرَقَتْ فَقُطِعَتْ يَدُهَا قَالَ يُونُسُ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ قَالَ عُرْوَةُ قَالَتْ عَائِشَةُ فَحَسُنَتْ تَوْبَتُهَا بَعْدُ وَتَزَوَّجَتْ وَكَانَتْ تَأتِينِي بَعْدَ ذَلِكَ فَأَرْفَعُ حَاجَتَهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Aisyah RA, istri Rasulullah, bahwa orang-orang Quraisy merasa kebingungan dengan masalah
seorang perempuan Makhzumiah yang mencuri pada masa Nabi Muhammad SAW, ketika penaklukan kota Makkah. Kemudian mereka bertanya, "Siapa yang berani membicarakan masalah ini kepada Rasulullah SAW?" Dengan serentak mereka mengusulkan, "Tidak ada yang berani melakukan hal ini kecuali Usamah, yang dicintai Rasulullah SAW." Akhirnya perempuan itu dibawa menghadap Rasulullah. Kemudian Usamah bin Zaid membicarakan masalah perempuan tersebut kepada beliau. Setelah mendengar penjelasan Usamah itu, tiba-tiba wajah beliau berubah menjadi merah. Lalu beliau bertanya, "Apakah kamu ingin bersikap kasihan dalam hukum Allah?" Mengetahui hal itu Usamah pun berkata kepada beliau, "Maafkanlah saya ya Rasulullah!" Sore harinya Rasulullah SAW berdiri dan berpidato di hadapan kaum muslimin. Setelah memanjatkan puji kepada Allah, beliau pun mulai berkata, "Amma ba'du, sesungguhnya yang membuat binasa orang-orang sebelum kalian adalah manakala ada orang yang mulia dan terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka pun membiarkannya. Sebaliknya, manakala ada orang yang lemah dan hina di antara mereka mencuri, maka dengan segera mereka melaksanakan hukuman atasnya. Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalau seandainya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya saya akan memotong tangannya." Akhirnya Rasulullah pun memerintahkan para sahabat untuk memotong tangan perempuan yang mencuri itu. Aisyah RA berkomentar, "Setelah peristiwa itu perempuan tersebut bertaubat dengan sebaik-baiknya dan menikah. Hingga pada suatu ketika, ia datang kepada saya untuk minta tolong mengajukan hajat permintaannya kepada Rasulullah. Lalu saya pun memenuhi permintaannya tersebut." {Muslim: 5/114-115}