2/6/17

Larangam Memancang Hewan Ternak

عن هِشَام بْن زَيْدِ بْنِ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ جَدِّي أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ دَارَ الْحَكَمِ بْنِ أَيُّوبَ فَإِذَا قَوْمٌ قَدْ نَصَبُوا دَجَاجَةً يَرْمُونَهَا قَالَ فَقَالَ أَنَسٌ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُصْبَرَ الْبَهَائِمُ
Dari Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik, dia berkata, "Pada suatu hari saya dan kakek saya, Anas
bin Malik, pernah bertandang ke rumah Al Hakam bin Ayyub. Di sana saya melihat orang-orang sedang memancang seekor ayam jantan untuk dijadikan sasaran panah. Kemudian kakek saya, Anas bin Malik, mengingatkan mereka dengan ucapan, 'Sesungguhnya Rasuiullah SAW melarang kaum muslimin untuk memancang hewan ternak' {Muslim 6/72}
عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ مَرَّ ابْنُ عُمَرَ بِفِتْيَانٍ مِنْ قُرَيْشٍ قَدْ نَصَبُوا طَيْرًا وَهُمْ يَرْمُونَهُ وَقَدْ جَعَلُوا لِصَاحِبِ الطَّيْرِ كُلَّ خَاطِئَةٍ مِنْ نَبْلِهِمْ فَلَمَّا رَأَوْا ابْنَ عُمَرَ تَفَرَّقُوا فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ مَنْ فَعَلَ هَذَا لَعَنْ اللَّهُ مَنْ فَعَلَ هَذَا إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ مَنْ اتَّخَذَ شَيْئًا فِيهِ الرُّوحُ غَرَضًا
Dari Said bin Jubair, dia berkata, "Pada suatu ketika, Abdullah bin Umar bin Khaththab berjalan melewati sekelompok anak-anak muda kaum Quraisy yang sedang memancang seekor burung untuk dijadikan sasaran panah mereka. Lebih dari itu, mereka pun menjadikan permainan tersebut sebagai ajang taruhan. Begitu melihat Ibnu Umar datang, mereka pun serentak menghentikan perbuatan mereka tersebut. Lalu Ibnu Umar berkata kepada mereka, "Siapakah yang melakukan perbuatan ini? Allah akan mengutuk orang yang berani melakukan perbuatan ini. Sesungguhnya Rasulullah SAW juga mengutuk orang yang menjadikan binatang hidup sebagai sasaran anak panah." {Muslim 6/73}