2/22/17

Keberkahan Nabi Muhammad SAW pada Samin

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ أُمَّ مَالِكٍ كَانَتْ تُهْدِي لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي عُكَّةٍ لَهَا سَمْنًا فَيَأْتِيهَا بَنُوهَا فَيَسْأَلُونَ الْأُدْمَ وَلَيْسَ عِنْدَهُمْ شَيْءٌ فَتَعْمِدُ إِلَى الَّذِي كَانَتْ تُهْدِي فِيهِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَجِدُ فِيهِ سَمْنًا فَمَا زَالَ يُقِيمُ لَهَا أُدْمَ بَيْتِهَا حَتَّى عَصَرَتْهُ فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عَصَرْتِيهَا قَالَتْ نَعَمْ قَالَ لَوْ تَرَكْتِيهَا مَا زَالَ قَائِمًا
Dari Jabir RA, bahwasanya Ummu Malik RA pernah menghidangkan samin kepada Rasulullah
SAW dalam satu wadah. Kemudian Ummu Malik didatangi oleh anak-anaknya yang meminta lauk pauk, karena mereka tidak mempunyai sesuatu untuk dimakan sebagai lauk pauk makanannya. Akhirnya Ummu Malik mencari wadah yang pernah ia pergunakan untuk memberikan samin kepada Rasulullah SAW. Ternyata ia mendapatkan bahwa wadah tersebut telah berisi samin dan selalu cukup sebagai lauk pauk keluarga selama berhari-hari. Hingga pada suatu hari, Ummu Malik memeras samin lagi dan datang kepada Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah bertanya kepadanya, "Apakah kamu mencuci wadah itu ya Ummu Malik?" Ummu Malik menjawab, "Ya." Kemudian Rasulullah berkata, "Seandainya kamu biarkan saja wadah itu tanpa dicuci, maka ia akan selalu penuh dengan samin." {Muslim 7/60}