2/5/17

Firman Allah, 'Orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah'

عَنْ ثَابِتٍ قَالَ قَالَ أَنَسٌ عَمِّيَ الَّذِي سُمِّيتُ بِهِ لَمْ يَشْهَدْ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدْرًا قَالَ فَشَقَّ عَلَيْهِ قَالَ أَوَّلُ مَشْهَدٍ شَهِدَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُيِّبْتُ عَنْهُ وَإِنْ أَرَانِيَ اللَّهُ مَشْهَدًا فِيمَا بَعْدُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَرَانِي اللَّهُ مَا أَصْنَعُ قَالَ فَهَابَ أَنْ يَقُولَ غَيْرَهَا قَالَ فَشَهِدَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ قَالَ فَاسْتَقْبَلَ سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ فَقَالَ لَهُ أَنَسٌ يَا أَبَا عَمْرٍو أَيْنَ فَقَالَ وَاهًا لِرِيحِ الْجَنَّةِ أَجِدُهُ دُونَ أُحُدٍ قَالَ فَقَاتَلَهُمْ حَتَّى قُتِلَ قَالَ فَوُجِدَ فِي جَسَدِهِ بِضْعٌ وَثَمَانُونَ مِنْ بَيْنِ ضَرْبَةٍ وَطَعْنَةٍ وَرَمْيَةٍ قَالَ فَقَالَتْ أُخْتُهُ عَمَّتِيَ الرُّبَيِّعُ بِنْتُ النَّضْرِ فَمَا عَرَفْتُ أَخِي إِلَّا بِبَنَانِهِ وَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا قَالَ فَكَانُوا يُرَوْنَ أَنَّهَا نَزَلَتْ فِيهِ وَفِي أَصْحَابِهِ
Dari Tsabit, dia berkata, "Anas RA berkata, 'Paman saya yang bernama Anas bin Nadhr adalah salah
seorang sahabat yang tidak sempat ikut berperang dalam pertempuran Badar bersama Rasulullah SAW. Dengan rasa menyesal ia berkata, "Kesan pertama yang diperoleh Rasulullah SAW adalah ketidakhadiran saya dalam perang Badar. Seandainya Allah SWT masih memberikan kesempatan kepada saya untuk berjuang bersama Rasulullah, maka Allah pasti akan melihat dan mengetahui apa yang akan saya lakukan." Berangkat dari rasa penyesalan itu, maka, Anas bin Nadhr ikut serta dalam perang Uhud bersama Rasulullah SAW. Ketika sahabat Sa'ad bin Mu'adz datang menemuinya, maka Anas bertanya, "Wahai Abu Amr, mau ke mana?!"' Anas bin Nadhr berkata, "Harumnya surga akan aku dapatkan di bukit Uhud." Anas berkata, 'Kemudian dia memerangi kaum musyrikin sehingga terbunuh.' Anas berkata, 'Pada sekujur tubuhnya didapati delapan puluh lebih luka bekas sabetan pedang, tikaman tombak, dan hujaman panah.' Anas berkata, 'Saudara perempuannya, yaitu Rubayi' binti Nadhr, yang juga bibi saya, berkata, "Saya tidak mengenali saudara lelaki saya ini kecuali dari jari-jarinya.'" Kemudian turunlah ayat berikut ini, 'Ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah janjinya' (Qs. Al Ahzaab(33): 23) Anas RA berkata, 'Menurut mereka ayat tersebut turun berkenaan dengan Anas bin Nadhr dan para sahabat Nabi.'" {Muslim 6/45}