2/21/17

Berobat Dengan Minum Madu

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ أَخِي اسْتَطْلَقَ بَطْنُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْقِهِ عَسَلًا فَسَقَاهُ ثُمَّ جَاءَهُ فَقَالَ إِنِّي سَقَيْتُهُ عَسَلًا فَلَمْ يَزِدْهُ إِلَّا اسْتِطْلَاقًا فَقَالَ لَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ جَاءَ الرَّابِعَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا فَقَالَ لَقَدْ سَقَيْتُهُ فَلَمْ يَزِدْهُ إِلَّا اسْتِطْلَاقًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَقَ اللَّهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ فَسَقَاهُ فَبَرَأَ
Dari Abu Said Al Khudri RA, dia berkata, "Pada suatu hari ada seorang lelaki datang kepada
Rasulullah SAW sambil berkata, 'Ya Rasulullah, saudara laki-laki saya sakit perut dan sering buang air besar.' Kemudian Rasulullah bersabda, 'Suruhlah minum madu!' Laki-laki itu kemudian memberi saudaranya minuman madu. Tetapi, tak lama kemudian, ia datang lagi kepada Rasulullah dan berkata, "Ya Rasulullah, saya telah memberinya madu, tetapi ia semakin banyak buang air besar." Lalu Rasulullah bersabda lagi kepadanya sampai tiga kali. Ketika laki-laki itu datang lagi untuk yang keempat kalinya, Rasulullah berkata, "Suruhlah ia untuk minum madu." Laki-laki itu berkata, "Sungguh saya telah meminumkannya madu, tetapi ia malah buang-buang air besar." Maka Rasulullah pun bersabda, "Allah Mahabenar, tetapi perut saudaramulah yang berdusta" Kemudian Rasulullah SAW meminumkan madu kepada si penderita tersebut hingga ia sembuh." {Muslim 7/26}