2/2/17

Barang Siapa Mengambil Hak Seorang Muslim dengan Sumpahnya, maka Orang Tersebut Akan Masuk Neraka

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ يعني الحارثي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ اقْتَطَعَ حَقَّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ بِيَمِينِهِ فَقَدْ أَوْجَبَ اللَّهُ لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ
Dari Abu Umamah RA, yaitu Al Haritsi, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa
mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dan mengharamkannya masuk ke dalam surga" Kemudian seseorang bertanya kepada beliau, "Meskipun sumpahnya itu tentang sesuatu yang sederhana ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Meskipun sumpahnya itu hanya berupa dahan dari kayu siwak." {Muslim: 1/85}
عَنْ وَائِلٍ بن حجر قَالَ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ وَرَجُلٌ مِنْ كِنْدَةَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ الْحَضْرَمِيُّ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا قَدْ غَلَبَنِي عَلَى أَرْضٍ لِي كَانَتْ لِأَبِي فَقَالَ الْكِنْدِيُّ هِيَ أَرْضِي فِي يَدِي أَزْرَعُهَا لَيْسَ لَهُ فِيهَا حَقٌّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْحَضْرَمِيِّ أَلَكَ بَيِّنَةٌ قَالَ لَا قَالَ فَلَكَ يَمِينُهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ فَاجِرٌ لَا يُبَالِي عَلَى مَا حَلَفَ عَلَيْهِ وَلَيْسَ يَتَوَرَّعُ مِنْ شَيْءٍ فَقَالَ لَيْسَ لَكَ مِنْهُ إِلَّا ذَلِكَ فَانْطَلَقَ لِيَحْلِفَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا أَدْبَرَ أَمَا لَئِنْ حَلَفَ عَلَى مَالِهِ لِيَأْكُلَهُ ظُلْمًا لَيَلْقَيَنَّ اللَّهَ وَهُوَ عَنْهُ مُعْرِضٌ
Dari Wail bin Hujr RA, dia berkata, "Pada suatu hari dua orang lelaki, seorang dari Hadhramaut dan seorang dari Kindah datang kepada Rasulullah SAW. Lelaki yang datang dari Hadhramaut berseru, 'Ya Rasulullah, orang lelaki ini telah menjarah tanah saya yang dahulu milik ayah saya.' Tetapi lelaki yang berasal dari Kindah itu menyangkal tuduhan tersebut seraya berkata, 'Sebenarnya tanah yang diakuinya itu milik saya ya Rasulullah. Sayalah yang mengolah dan menanaminya dengan tanam-tanaman. Oleh karena itu, jelas bahwa orang itu tidak mempunyai hak terhadap tanah tersebut." Lalu Rasulullah bertanya kepada lelaki yang berasal dari Hadhramaut, 'Apakah kamu mempunyai bukti?' Orang Hadhrami itu menjawab, 'Tidak. Saya tidak mempunyai bukti ya Rasulullah.' Kemudian Rasulullah berkata, 'Kalau begitu kamu harus mendengar sumpahnya.' Lelaki Hadhrami itu berkata lagi, 'Ya Rasulullah, sesungguhnya lelaki itu adalah seorang pendusta. Ia tidak akan mempedulikan sumpah yang diucapkannya dan tidak pernah bersikap wara' terhadap sesuatu.' Rasulullah pun berkata kepadanya, 'Wahai saudaraku, kamu tidak mempunyai hak darinya selain itu.' Ternyata lelaki dari Kindah itu menolak untuk bersumpah. Akhirnya setelah lelaki itu pergi Rasulullah SAW berkata, 'Kalau seandainya ia tadi bersumpah, untuk memakan harta orang lain secara zhalim, niscaya ia akan menemui Allah dalam keadaan berpaling darinya (murka kepadanya) {Muslim: 1/86-87}