1/17/17

Perkara yang Berkaitan Dengan yang Beristirahat dan yang Mengistirahatkan Orang Lain

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ بْنِ رِبْعِيٍّ أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرَّ عَلَيْهِ بِجَنَازَةٍ فَقَالَ مُسْتَرِيحٌ وَمُسْتَرَاحٌ مِنْهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْمُسْتَرِيحُ وَالْمُسْتَرَاحُ مِنْهُ فَقَالَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلَادُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ
Dari Abu Qatadah bin Rib'iyyi, dia berkata, "Suatu ketika iringan jenazah lewat di hadapan
Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda, 'Mustariihun (yang istirahat) dan Mustaraahun minhu (mengistirahatkan orang lain).' Mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, siapakah mustariih dan mustaraah minhu itu?' Beliau menjawab, 'Yaitu seorang hamba yang mukmin (yang meninggal), maka ia beristirahat dari kesengsaraan kehidupan dunia, dan seorang hamba yang jahat akan menjadikan manusia, seluruh negeri, pepohonan, dan hewan-hewan beristirahat (terbebas) dari ulahnya."' {Muslim 3/54}