1/17/17

Mayat akan Disiksa Sebab Tangisan Orang yang Hidup

عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا سَمِعَتْ عَائِشَةَ وَذُكِرَ لَهَا أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ الْحَيِّ فَقَالَتْ عَائِشَةُ يَغْفِرُ اللَّهُ لِأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَمَا إِنَّهُ لَمْ يَكْذِبْ وَلَكِنَّهُ نَسِيَ أَوْ أَخْطَأَ إِنَّمَا مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى يَهُودِيَّةٍ يُبْكَى عَلَيْهَا فَقَالَ إِنَّهُمْ لَيَبْكُونَ عَلَيْهَا وَإِنَّهَا لَتُعَذَّبُ فِي قَبْرِهَا
Dari Amrah binti Abdurrahman RA, bahwasanya ia mendengar Aisyah -dan disampaikan kepadanya
bahwa Abdullah bin Umar berkata, "Bahwasanya mayat akan disiksa sebab tangisan orang hidup- lalu Aisyah berkata, 'Semoga Allah mengampuni Abu Abdurrahman, karena ia tidak berdusta, hanya saja ia lupa dan tidak sengaja melakukan kesalahan, sebenarnya Rasulullah pernah melewati mayit seorang wanita Yahudi yang sedang ditangisi, lalu beliau berkata, 'Mereka itu menangisi mayitnya sesungguhnya mayat itu akan disiksa di kuburnya" {Muslim 3/45}

catatan Syaikh Al-Albani:
Saya berkata, hadits ini datang dari Ibnu Umar, dari Rasulullah SAW, dan dari Ibnu Umar dan Mughirah bin Syu'bah RA dalam Shahihain dan selain itu. Untuk itu tak ada alasan untuk menyalahkan Ibnu Umar, bahkan yang paling tepat adalah bahwa yang diriwayatkannya itu shahih, dan yang diriwayatkan oleh Aisyah juga shahih, maka antara dua riwayat itu tidak saling bertentangan. Kemudian yang dimaksud (Al Buka') adalah yang mengandung ratapan, dengan dalil dari hadits Mughirah, "Barang siapa diratapi maka ia akan diazab dengan apa yang telah diratapi pada hari kiamat." Diriwayatkan oleh muslim. Hadits ini disebutkan secara singkat oleh pengarang dan perkataan ini juga memperjelas pendapat jumhur ulama dalam menginterpretasikan kata yu 'adzab (diadzab) dengan arti yu 'aaqab (dihukum) bukan dengan arti menderita dan bersedih, seperti pendapat Ibnu Jarir Ath-Thabari yang didukung pendapat Ibnu Taimiyah. Wallahu a'lam.