1/12/17

Penuturan Nabi SAW Tentang Isa Al Masih dan Dajjal

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بَيْنَ ظَهْرَانَيْ النَّاسِ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَيْسَ بِأَعْوَرَ أَلَا إِنَّ الْمَسِيحَ الدَّجَّالَ أَعْوَرُ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَنَّ عَيْنَهُ عِنَبَةٌ طَافِيَةٌ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَانِي اللَّيْلَةَ فِي الْمَنَامِ عِنْدَ الْكَعْبَةِ فَإِذَا رَجُلٌ آدَمُ كَأَحْسَنِ مَا تَرَى مِنْ أُدْمِ الرِّجَالِ تَضْرِبُ لِمَّتُهُ بَيْنَ مَنْكِبَيْهِ رَجِلُ الشَّعْرِ يَقْطُرُ رَأْسُهُ مَاءً وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ رَجُلَيْنِ وَهُوَ بَيْنَهُمَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا فَقَالُوا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَرَأَيْتُ وَرَاءَهُ رَجُلًا جَعْدًا قَطَطًا أَعْوَرَ عَيْنِ الْيُمْنَى كَأَشْبَهِ مَنْ رَأَيْتُ مِنْ النَّاسِ بِابْنِ قَطَنٍ وَاضِعًا يَدَيْهِ عَلَى مَنْكِبَيْ رَجُلَيْنِ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ فَقُلْتُ مَنْ هَذَا قَالُوا هَذَا الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhu dia berkata, "Pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebutkan Dajjal di hadapan orang banyak, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT tidaklah buta sebelah. Ketahuilah, sesungguhnya mata kanan Dajjal itu buta, biji matanya bagai buah anggur yang menonjol ke depan" Kata Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Aku pernah bermimpi di sisi ka'bah lalu di situ ada seorang laki-laki yang berkulit sawo matang, sepertinya dia orang berkulit sawo matang yang paling tampan, rambutnya panjang lagi berombak sampai ke pundak dan ia memerciki kepalanya dengan air. Dia meletakkan kedua tangannya di atas pundak dua orang laki-laki dan bertawaf di Baitullah dengan didampingi dua orang laki-laki tersebut, kemudian aku bertanya, 'Siapa ini?' Mereka menjawab, 'Isa putra Maryam.' Dibelakangnya kamu lihat seorang laki-laki berambut keriting dan mata kanannya buta, seolah-olah mirip dengan seseorang yang pernah aku lihat yaitu Ibnu Qathan. Laki-laki tersebut meletakkan lengannya di atas pundak dua orang laki-laki sambil thawaf di Baitullah, lalu aku bertanya, 'Siapa ini? Mereka menjawab, Ini adalah Al Masih Ad-Dajjal. "' {Muslim 1/107}.