1/21/17

Pemberian Jatah Giliran Seorang Istri Kepada Istri yang Lain

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ امْرَأَةً أَحَبَّ إِلَيَّ أَنْ أَكُونَ فِي مِسْلَاخِهَا مِنْ سَوْدَةَ بِنْتِ زَمْعَةَ مِنْ امْرَأَةٍ فِيهَا حِدَّةٌ قَالَتْ فَلَمَّا كَبِرَتْ جَعَلَتْ يَوْمَهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَائِشَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ جَعَلْتُ يَوْمِي مِنْكَ لِعَائِشَةَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْسِمُ لِعَائِشَةَ يَوْمَيْنِ يَوْمَهَا وَيَوْمَ سَوْدَةَ
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Aku tidak pernah melihat orang yang lebih aku sayangi dalam
keteladanannya daripada Saudah binti Zam'ah yang memiliki kecerdasan." Kata Aisyah, "Ketika Saudah telah tua, dia memberikan jatah gilirannya dengan Rasulullah SAW kepadaku." Ia (Saudah) berkata, 'Ya Rasulullah! Hari giliranku aku berikan kepada Aisyah."' Dengan demikian maka Rasulullah SAW menggilir Aisyah selama dua hari, satu hari dari jatah Aisyah sendiri dan satu hari dari jatah Saudah. {Muslim 4/174}