1/21/17

Menyikapi Istri dan Wasiat Kepada Mereka

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَإِذَا شَهِدَ أَمْرًا فَلْيَتَكَلَّمْ بِخَيْرٍ أَوْ لِيَسْكُتْ وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ إِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan
hari akhir, maka berkatalah dengan baik atau diam. Berikanlah wasiat kebaikan kepada wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rnsuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kamu berusaha meluruskannya maka tulang rusuk tersebut akan patah, tetapi jika kamu membiarkannya maka dia akan tetap bengkok. Oleh karena itu sikapilah (bimbinglah) para wanita dengan kebaikan." {Muslim 4/178}