1/21/17

Barang Siapa Melihat Wanita yang Memikat maka Pulanglah untuk Berhubungan Badan dengan Istri, untuk Menyalurkan Nafsunya

عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى امْرَأَةً فَأَتَى امْرَأَتَهُ زَيْنَبَ وَهِيَ تَمْعَسُ مَنِيئَةً لَهَا فَقَضَى حَاجَتَهُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَقَالَ إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمْ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah melihat seorang
perempuan, lalu beliau mendatangi Zainab, istri beliau, yang sedang menyamak kulit miliknya. Kemudian beliau menyalurkan keinginan beliau. Setelah itu beliau keluar kepada para sahabat, lalu bersabda, "Sesungguhnya perempuan itu bila dilihat dari depan tampak memikat karena ada pengaruh syetan, dan dari belakangpun tampak memikat karena ada pengaruh syetan. Apabila seseorang melihat perempuan lalu terpikat, maka segeralah pulang untuk berhubungan badan dengan istrinya, karena hal tersebut bisa meredam hawa nafsu seksualnya." {Muslim 4/130}