1/15/17

Mengusap Khuff

عَنْ هَمَّامٍ قَالَ بَالَ جَرِيرٌ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ فَقِيلَ تَفْعَلُ هَذَا فَقَالَ نَعَمْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَالَ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ قَالَ الْأَعْمَشُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ كَانَ يُعْجِبُهُمْ هَذَا الْحَدِيثُ لِأَنَّ إِسْلَامَ جَرِيرٍ كَانَ بَعْدَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ
Dari Hammam, dia berkata, bahwa Jarir RA pernah kencing kemudian berwudhu lalu mengusap
sepasang khuffnya (tanpa dilepas), kemudian dia ditanya, "Kamu melakukan ini?" Dia menjawab, "Ya saya pernah melihat Rasulullah SAW kencing kemudian berwudhu lalu mengusap sepasang khuffnya." Al A'masy berkata, Ibrahim mengatakan bahwa, hadits ini dianggap aneh oleh para ulama karena Jarir masuk Islam sesudah turunnya surah Al Maa'idah." {Muslim 1/156}
عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ كَانَ أَبُو مُوسَى يُشَدِّدُ فِي الْبَوْلِ وَيَبُولُ فِي قَارُورَةٍ وَيَقُولُ إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَ إِذَا أَصَابَ جِلْدَ أَحَدِهِمْ بَوْلٌ قَرَضَهُ بِالْمَقَارِيضِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ لَوَدِدْتُ أَنَّ صَاحِبَكُمْ لَا يُشَدِّدُ هَذَا التَّشْدِيدَ فَلَقَدْ رَأَيْتُنِي أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَتَمَاشَى فَأَتَى سُبَاطَةً خَلْفَ حَائِطٍ فَقَامَ كَمَا يَقُومُ أَحَدُكُمْ فَبَالَ فَانْتَبَذْتُ مِنْهُ فَأَشَارَ إِلَيَّ فَجِئْتُ فَقُمْتُ عِنْدَ عَقِبِهِ حَتَّى فَرَغَ. زَادَ فِي رِوَايَةٍ: فَتَوَضَأَ فَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ
Dari Abu Wa'il, dia berkata, "Abu Musa sangat berhati-hati dalam masalah kencing. Ia kencing dalam botol lalu berkata, "Sesungguhnya bila salah seorang dari bani Israil terkena kencing, maka mereka mengeriknya dengan alat untuk mengerik." Hudzaifah berkata, "Saya merasa senang bahwasanya teman kalian tidak menyulitkan seperti ini saya pernah bersama Rasulullah SAW berjalan-jalan kemudian beliau mendekati tempat sampah suatu kaum disamping tembok, dan kencing, maka saya menjauh darinya, namun beliau memberi isyarat kepada saya, kemudian saya mendekati dan berdiri di sisi beliau sehingga beliau selesai." Riwayat lain menambahkan,... kemudian Rasulullah SAW berwudhu lalu mengusap sepasang khuff (sepatu panjang) nya." {Muslim 1/157}
عن الْمُغِيرَةِ قَالَ كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي مَسِيرٍ فَقَالَ لِي أَمَعَكَ مَاءٌ قُلْتُ نَعَمْ فَنَزَلَ عَنْ رَاحِلَتِهِ فَمَشَى حَتَّى تَوَارَى فِي سَوَادِ اللَّيْلِ ثُمَّ جَاءَ فَأَفْرَغْتُ عَلَيْهِ مِنْ الْإِدَاوَةِ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَعَلَيْهِ جُبَّةٌ مِنْ صُوفٍ فَلَمْ يَسْتَطِعْ أَنْ يُخْرِجَ ذِرَاعَيْهِ مِنْهَا حَتَّى أَخْرَجَهُمَا مِنْ أَسْفَلِ الْجُبَّةِ فَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ أَهْوَيْتُ لِأَنْزِعَ خُفَّيْهِ فَقَالَ دَعْهُمَا فَإِنِّي أَدْخَلْتُهُمَا طَاهِرَتَيْنِ وَمَسَحَ عَلَيْهِمَا
Dari Al Mughirah bin Syu'bah RA, dia berkata, "Pada suatu malam saya pernah dalam perjalanan bersama Nabi SAW lalu beliau bertanya kepadaku, 'Apakah kamu membawa air?' Saya menjawab, 'Ya.' Kemudian beliau turun dari kendaraannya dan berjalan sehingga beliau bersembunyi di kegelapan malam, kemudian beliau datang, maka saya tuangkan air kepadanya dari kantong kulit, lalu beliau membasuh wajahnya yang ketika itu beliau memakai jubah bulu, dan beliau tidak bisa mengeluarkan dua tangannya dari dalam jubah. Kemudian beliau membasuh dua tangannya dan mengusap kepalanya, lalu saya merendahkan diri untuk melepaskan sepasang khuffnya, lantas beliau bersabda, "Biarkanlah keduanya, karena aku memakainya dalam keadaan suci." Kemudian beliau mengusap bagian atas kedua khuff itu. (Muslim 1/158)