1/15/17

Batas Waktu dalam Mengusap Khuff

عَنْ شُرَيْحِ بْنِ هَانِئٍ قَالَ أَتَيْتُ عَائِشَةَ أَسْأَلُهَا عَنْ الْمَسْحِ عَلَى الْخُفَّيْنِ فَقَالَتْ عَلَيْكَ بِابْنِ أَبِي طَالِبٍ فَسَلْهُ فَإِنَّهُ كَانَ يُسَافِرُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْنَاهُ فَقَالَ جَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيَهُنَّ لِلْمُسَافِرِ وَيَوْمًا وَلَيْلَةً لِلْمُقِيمِ
Dari Syuraih bin Hani, dia berkata, "Saya pernah mendatangi Aisyah RA untuk menanyakan
kepadanya tentang mengusap khuff. Aisyah menjawab, "Kamu harus bertanya kepada Ali bin Abi Thalib, tanyakan kepadanya karena dia pernah bepergian jauh bersama Rasulullah." Lalu kami bertanya kepada Ali bin Abi Thalib, dan ia menjawab, "Rasulullah SAW menentukan tiga hari tiga malam untuk musafir (orang yang sedang bepergian), dan sehari semalam untuk muqim (orang yang menetap)." {Muslim 1/160}