1/19/17

Mencukur dan Memotong Rambut

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلِلْمُقَصِّرِينَ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلِلْمُقَصِّرِينَ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُحَلِّقِينَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلِلْمُقَصِّرِينَ قَالَ وَلِلْمُقَصِّرِينَ
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW berdoa, 'Allahummaghfir lil muhalliqiin'
(Wahai Allah! Ampunilah orang-orang yang mencukur waktu tahallul!). Para sahabatnya bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah termasuk pula orang-orang yang memendekkan rambut?" Beliau berdoa lagi, 'Allahummaghfir lil muhalliqiin." Para sahabat bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, juga bagi orang-orang yang hanya memendekkan rambutnya?' Rasulullah berdoa lagi, "Allahummaghfir lil muhalliqiin. Para sahabat bertanya lagi. "Wahai Rasulullah! Juga orang-orang yang memendekkan rambut?' Beliau menjawab, 'Wa lil Muqashshirin (dan juga bagi orang-orang yang memendekkan rambutnya)'{Muslim 4/81}