1/17/17

Memendekkan Khutbah

عَنْ أَبُي وَائِلٍ خَطَبَنَا عَمَّارٌ فَأَوْجَزَ وَأَبْلَغَ فَلَمَّا نَزَلَ قُلْنَا يَا أَبَا الْيَقْظَانِ لَقَدْ أَبْلَغْتَ وَأَوْجَزْتَ فَلَوْ كُنْتَ تَنَفَّسْتَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلَاةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلَاةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا
Dari Abu Wa'il RA, dia berkata, "Ammar RA berkhutbah dihadapan kami dengan singkat dan jelas.
Setelah dia turun, kami berkata, 'Hai Abu Yaqzhan! engkau telah berkhutbah dengan jelas dan singkat. Mengapa tidak engkau panjangkan?' Ammar menjawab, 'Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya lamanya shalat seseorang dan pendeknya khutbahnya adalah pertanda bahwa dia memahami agamanya. Karena itu, panjangkanlah shalat dan pendekkanlah khutbah, sebab penjelasan (yang ringkas) terdapat daya pikatnya" {Muslim 3/12}