1/17/17

Lafazh yang Tidak Boleh Ditinggalkan Dalam Khutbah

عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ أَنَّ رَجُلًا خَطَبَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ رَشَدَ وَمَنْ يَعْصِهِمَا فَقَدْ غَوَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِئْسَ الْخَطِيبُ أَنْتَ قُلْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ فَقَدْ غَوِيَ
Dari Adiy bin Hatim RA, bahwa seorang laki-laki berkhutbah di sisi Nabi SAW, lalu laki-laki itu
mengucapkan, "Barang siapa patuh kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia benar-benar mendapatkan petunjuk, dan barang siapa durhaka kepada keduanya maka dia benar-benar sesat." Maka Rasulullah SAW bersabda, "Sejelek-jelek khatib adalah kamu. Katakan: Dan barangsiapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya ..." Menurut bacaan Ibnu Numair, "Faqad ghawiya" {Muslim 3/12}